BLT Subsidi Gaji Rp1,2 Juta Jadi Penyelamat saat Gaji Dipotong Perusahaan

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 28 Agustus 2020 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 320 2269086 blt-subsidi-gaji-rp1-2-juta-jadi-penyelamat-saat-gaji-dipotong-perusahaan-bXT2FLKlyn.jpg Pekerja dengan Gaji di Bawah Rp5 Juta Dapat Gaji Tambahan. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) berupa subsidi gaji Rp1,2 juta kepada pekerja dengan pendapatan di bawah Rp5 juta mulai disalurkan. Tercatat sudah 2,5 juta pekerja menerima bantuan tersebut. Nantinya total yang akan diberikan subsidi gaji sebanyak 15,7 juta pekerja.

Gaji tambahan yang diberikan Presiden Joko Widodo ini sangat bermakna bagi para pekerja. Sebab, pandemi virus corona menekan hampir seluruh sektor termasuk yang utama adalah perekonomian.

Baca Juga: Usai Banpres Rp2,4 Juta, Jokowi Kasih Kredit Bunga 0% untuk UMKM

Seperti diungkap salah satu pekerja yang telah mendapatkan bantuan Rp1,2 juta, Evisonia. Dihadapan Presiden langsung, dirinya mengungkapkan betapa sulitnya perekonomian yang dihadapi selama pandemi.

“Saya pribadi dengan adanya covid-19 ini kita memang sangat mengalami kesulitan. Kita juga di perusahaan seperti rumah sakit juga mengalami penurunan. Satu bulan itu pun kita setiap karyawan itu mendapatkan namanya cuti di luar tanggungan. Jadi kita setiap bulan itu dipotong gaji," ujarnya, beberapa waktu lalu, Jumat (28/8/2020).

Baca Juga: Daftar Proyek Rp14 Miliar yang Digarap UMKM, Katering hingga Alat Kesehatan

Maka dari itu, adanya bantuan dari pemerintah sangat membantu keuangan pekerja yang terimbas Covid-19. Dirinya pun mengaku akan menggunakan subsidi gaji ini untuk transportasi karena biaya transportasi saat ini menjadi mahal.

“Sekarang juga dengan adanya Covid ini kan transportasi kita harganya mahal. Apalagi gaji kita dipotong. Bisa juga untuk kebutuhan pribadi kita. Semoga dengan adanya bantuan ini kita selalu semakin sehat, kita bisa mempergunakannya dengan baik,” kata Eviona.

"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak pemerintah, bapak jokowi dan BP Jamsostek. mungkin itu saja,” tutur Evisonia.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah Ida menyebut data penerima bantuan yang disetor BPJS Ketenagakerjaan pun akan dicek ulang oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Dia menyebut 2,5 juta penerima subsidi gaji tahap pertama juga melalui prosedur itu.

“Pada senin 24 Agustus 2020 lalu kami telah menerima 2,5 juta data calon penerima yang telah divalidasi dan diverifikasi oleh BPJS Ketenagakerjaan sebagai batch pertama penerima bantuan subsidi upah atau gaji. Data tersebut kemudian kami cek kelengkapannya sesuai dengan syarat dan kriteria yang diatur dalam permenaker untuk meminimalkan risiko administrasi dan agar tepat sasaran,” kata dia.

Ida mengatakan bahwa sasaran penerima subsidi gaji adalah 15,7 juta pekerja. Di mana dari data terakhir BPJS Ketenagakerjaan telah berhasil mengumpulkan 13,8 juta rekening pekerja atau 88% dari target.

“Sedangkan data yang sudah divalidasi dan diverifikasi oleh BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan kriteria Permenaker sejumlah 10,8 juta orang atau 69% dari target,” katanya. (feb)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini