Deflasi Dua Kali, Sri Mulyani Akui Masyarakat Masih Takut Belanja

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 01 September 2020 16:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 01 320 2270960 deflasi-dua-kali-sri-mulyani-akui-masyarakat-masih-takut-belanja-JdK4gBJf4K.jpeg Inflasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada bulan Agustus 2020 terjadi deflasi sebesar 0,05%. Dari 90 kota yang disurvei Indeks harga Konsumen (IHK), sebanyak 53 kota mengalami deflasi dan 37 kota mengalami inflasi.

Menanggapi hal ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan terjadinya deflasi dikarenakan daya konsumsi rendah. Apalagi, kelompok menengah atas sudah mengurangi daya belinya.

Baca juga: Agustus Deflasi, BPS Sebut Perawatan Pribadi Malah Inflasi dengan Andil Tertinggi

"Yang penting itu konsumsi masyarakat dan investasi yang harus dijaga itu dua hal yang penting. Kalau konsumsi bisa dengan bansos bisa membantu termasuk mendongkrak daya beli untuk kelas menengah. Namun daya beli yang besar dari kelompok menengah atas yang mana tergantung lagi dari kepercayaan covid karena walaupun mobilitas sudah naik tapi belum ditunjukkan belanja yang naik," ujar Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (1/9/2020).

Dia melanjutkan dari sisi belanja pemerintah terus digenjot dengan berbagai langkah untuk mengakselerasi. Pasalnya, dia optimis belanja pemerintah akan membaik di bulan ini.

Baca juga: BPS Catat Agustus Alami Deflasi 0,05%

"Pemerintah kan sudah melakukan dan terus melakukan akselerasi belanjanya. Bulan ini kita perkirakan akan lebih baik meskipun tingkatnya tidak sebesar yang mungkin masih kita perkirakan, yaitu supaya bisa tumbuh positif dari belanja pemerintah," katanya.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks harga konsumen selama Agustus terjadi deflasi sebesar 0,05% dibandingkan bulan sebelumnya (month of month/mtm).Secara keseluruhan, inflasi inti pada bulan lalu 0,29% (mtm) dan 2,03% (yoy).

Adapun, komoditas yang mendorong terjadinya deflasi yakni daging ayam ras yang andilnya 0,09%, bawang merah andilnya 0,07%, tomat andilnya 0,02%, telur ayam ras dan buah-buahan seperti jeruk dan pisang, masing-masing 0,01%.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini