Gaji Cuma Numpang Lewat, Apa yang Salah?

Safira Fitri, Jurnalis · Selasa 01 September 2020 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 01 622 2270769 gaji-cuma-numpang-lewat-apa-yang-salah-6APczOjWT5.jpeg Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Freepix)

JAKARTA - Setiap awal bulan merupakan waktu menerima gaji. Tapi, sebelum sampai akhir bulan, gaji sudah habis, tak ada sisa untuk dialokasikan untuk tabungan. Jadi, gaji cuma numpang lewat. Apa yang salah gaji?

Mungkin saja, ternyata si empunya yang kurang mampu mengelolanya. Pelajari hal-hal berikut ini agar lebih bijak dalam mengelola gaji, seperti dilansir dari buku "Bisa Saving, tapi Tetap Shopping" oleh John Afifi, Jakarta, Selasa (1/9/2020).

Baca juga: Dapat BLT Rp1,2 Juta, Pekerja Harus Prioritaskan Kebutuhan Ini

1. Berhenti menyalahkan gaji

Dengan berbagai keluhan yang dirasakan, pasti memiliki satu uneg-uneg, di mana menyalahkan gaji yang tidak cukup untuk menutupi kebutuhan bulanan. Lantas, apa yang sebaiknya dilakukan?

Tentu saja, yang pertama dilakukan adalah berhenti menyalahkan gaji. Gaji tidak salah, yanng salah adalah pengelolaannya. Apakah gaji sudah dikelola dengan baik setiap bulan? Apakah gaji sudah dianggarkan sesuai kebutuhan? Apakah sudah dibagi-bagi ke dalam skala prioritas yang benar?

2. Think smart! Cari tahu ke mana habisnya gaji

Kenyataannya, tidak semua orang yang memiliki gaji besar punya tabungan, sebaliknya gaji yang besar menjadikan mereka semakin hidup boros dan banyak pengeluaran. cenderung berhura-hura membeli barang yang padahal tidak tahu kegunaannya sendiri untuk apa, alhasil ketika uang habis baru bertanya-tanya kemana uangnya?

Baca juga: BLT Subsidi Gaji Rp1,2 Juta Cair Hari Ini, Mau Dihabiskan untuk Apa?

3. Katakan putus pada hidup boros

Hidup boros dipandang dari segi manapun merupakan kebiasaan tidak baik dan dapat berdampak negatif pada kehidupan di masa depan. Lebih lanjut, hidup boros juga membawa dampak negatif seperti uang gaji yang cepat habis.

Hidup boros juga akan menyebabkan orang tidak peduli pada kehidupan di sekelilingnya, menyebabkan orang sibuk bekerja mencari banyak uang dan kurang memikirkan kesehatan, membuat orang sangat rentan terhadap stres.

4. Ke warteg biar hemat

Daripada makan di restoran mahal, warteg menjadi pilihan yang lebih murah, bahkan menunya juga beragam. Hal ini juga secara otomatis melatih diri supaya terbiasa hidup hemat. Jadi bisa mengontrol pengeluaran uang sesuai kebutuhan, bukan sesuai keinginan atau gaya hidup.

5. Berhenti boros sekarang juga

Bila yang tadinya boros merasa susah berhenti dari hidup boros, maka upaya yang dapat dilakukan seperti buat anggaran belanja selama sebulan ke depan, rutin menabung setelah gajian.

Jangan mudah tergoda penawaran, membedakan keinginan dan kebutuhan, batasi penggunaan kartu kredit, jual barang lama yang tidak terpakai untuk beli barang baru, tobat dari utang, serta lupakan gengsi.

6. Gaji Rp5 juta belum cukup? Mungkin anda yang salah

Bila punya gaji Rp5 juta tetapi masih sering mengeluh dan merasa kurang, coba intropeksi diri. Jangan menyalahkan gaji dengan mengatakan bahwa gaji tidak cukup. Gaji tidak punya salah, yang salah adalah bagaimana mengaturnya.

Jadilah karyawan yang cerdas. Gaji Rp5 juta sudah cukup besar untuk memenuhi kebutuhan selama sebulan, apalagi jika saat ini masih single alias belum berkeluarga. Lebih dari itu, gaji Rp5 juga bisa digunakan untuk keperluan lain seperti investasi, buka usaha sampingan, dan mencicil rumah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini