Strategi China Jadi Penguasa Ekonomi di Masa Depan

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 02 September 2020 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 02 320 2271466 strategi-china-jadi-penguasa-ekonomi-di-masa-depan-Zpr9z3jKdV.jpg China Diprediksi Akan Menjadi Ekonomi Terbesar di Dunia Dalam Beberapa Tahun ke Depan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - China mempersiapkan perubahan besar pada perdagangan internasionalnya. China pun diprediksi akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar di dunia dalam beberapa tahun ke depan.

Pandemin virus corona dan perang dagang dengan Amerika Serikat telah mengguncang perekonomian China. Oleh karena itu, Pemerintah mengeluarkan serangkaian kebijakan untuk mendukung ekonomi salah satunya dengan konsep sirkulasi ganda.

Frasa ini mengartikan pada dua lingkaran ekonomi, yakni internal dan eksternal. Namun seperti apa konsep sirkulasi ganda, pemerintah masih mencari tahu.

Baca Juga: Bos Siemens: Ekonomi China Pulih Sangat Cepat

Diskusi publik pun meningkat dan mengarahkan beberapa implikasi pada perdagangan global. Sebagai contoh, ICBC International yang merupakan anak usaha bank raksasa dari China telah mengeluarkan serangkaian catatan tentang sirkulasi ganda.

Salah satu laporannya membahas implikasi kebijakan China terhadap putaran globalisasi. Ada dua grafik, pertama menunjukkan ekonomi internasional yang berfokus pada AS sebagai pusat permintaan global.

Dan kedua, menggambarkan dunia yang terbagi menjadi tiga bagian yang saling berinteraksi antara Eropa, Amerika Utara dan Asia.

Baca Juga: Negara Lain Resesi, Ekonomi China Tumbuh 3,2% pada Kuartal II-2020

"Jadi kebijakan sirkulasi ganda menunjukkan pengakuan China bahwa mereka tidak akan dapat mengandalkan perdagangan selama dua dekade mendatang, seperti yang terjadi pada dua dekade sebelumnya," ujar Peneliti di Lembaga Hinrich FOundation Stephen Olson, dikutip dari CNBC, Rabu (2/9/2020).

Menurut Olson, mengejar integrasi ekonomi yang mendalam dengan China semakin dilihat di AS sebagai kesalahan strategis. Hal tersebut berdampak baik bagi China namun kurang bagus bagi AS.

“Posisi negara saya dalam ekonomi dunia akan terus meningkat, hubungan kami dengan ekonomi global akan semakin dekat, dan peluang pasar yang kami tawarkan ke negara lain akan meluas, dan (kami akan) menjadi medan gravitasi yang masif untuk menarik barang-barang internasional dan sumber daya utama,” ujar Presiden China Xi Jinping, dalam pidatonya pekan lalu.

Banyak tantangan domestik China

Di dalam negeri, China memiliki masalah sendiri yang harus ditangani. Di antaranya seperti banjir di selatan dan wabah virus corona.

Selain masalah tersebut, ada hal lain juga yang berlangsung lebih parah. Seperti ketergantungan tinggi pada utang untuk pertumbuhan dan lingkungan yang mendukung perusahaan milik negara untuk menjalankan bisnis secara pribadi.

Kepala Ekonom Securities Yan Se mengatakan, penekanan kebijakan yang lebih besar pada pasar China sebagian merupakan pengingat bagi pemerintah daerah tentang pekerjaan yang harus mereka lakukan untuk memperbaiki lingkungan domestik.

Dirinya berharap adanya dukungan kebijakan lebih lanjut untuk mengundang investasi asing ke China dan perdagangan elektronik

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini