Soal BLT Subsidi Gaji, Menaker Siapkan Sanksi Kepada Perusahaan

Rabu 09 September 2020 17:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 09 320 2275063 soal-blt-subsidi-gaji-menaker-siapkan-sanksi-kepada-perusahaan-euCClLaKWZ.jpg Pekerja Dapat Subsidi Gaji Rp1,2 Juta dari Pemerintah. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Ketenagkerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengimbau pemberi kerja (perusahaan) dan para pekerja membangun komunikasi terkait data rekening guna memastikan tidak ada kesalahan dalam pelaporan rekening kepada BPJS Ketenegakerjaan. Ini agar penyaluran subsidi gaji tepat sasaran.

"Kami ingatkan, pemberi kerja yang tidak memberikan data sebenarnya akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Begitupun dengan pekerja yang tidak memenuhi persyaratan yang tertuang dalam Permenaker No 14 Tahun 2020, namun telah menerima bantuan, maka yang bersangkutan wajib mengembalikan bantuan tersebut ke rekening kas negara," tegas Ida, dikutip dari IDXChannel, Rabu (9/9/2020).

Baca Juga: Pendataan BLT Subsidi Gaji, BP Jamsostek Kantongi 14,5 Juta Rekening Pekerja

Hingga saat ini, Kementerian Ketenagakerjaan telah menerima data calon penerima bantuan subsidi gaji atau upah (BSU) sebanyak 3,5 juta dari BPJS Ketenagakerjaan untuk tahap III. Serah terima data ini sebagai lanjutan serta pelengkap data penerima BSU yang telah dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan sebelumnya.

“Jumlah data calon penerima subsidi gaji atau upah yang diserahkan kepada kami sebanyak 3,5 juta. Jadi ini lebih besar dibandingkan tahap I dan II,” kata Ida.

Baca Juga: Sudah 3,7 Juta Pekerja yang Rekeningnya Ditransfer BLT Subsidi Gaji

Menaker Ida mengatakan, dengan diserahkannya 3,5 juta data dari BPJS Ketenagakerjaan pada hari ini, maka total data calon penerima BSU dari tahap I, II, dan III adalah 9 juta.

“Saat ini data yang diterima dari tahap I dan II sebagian telah berhasil disalurkan kepada penerima dan sebagian lainnya masih dalam proses,” ucap Menaker Ida.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini