JAKARTA - Pasar saham dan nilai tukar Rupiah kian tertekan usai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pernyataan tersebut pun sangat disesalkan Dewan Perwakilan Rakyat.
"Kejadian kemarin sangat disesalkan atas pernyataan bombastis, dramatis oleh Gubernur DKI Anies Baswedan. Sehingga menimbulkan hal yang tidak perlu," kata Ketua Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Said Abdullah.
Menurutnya, pernyataan Anies ini membakar ludes Rp300 triliun modal asing serta saham-saham berguguran. Hal ini perlu diperbaiki agar tidak berlanjut.
Untuk itu, Said meminta BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing. Menurut dia, Rupiah masih terjadi depresiasi secara konstan. Saat ini Rupiah melemah mendekati Rp15.000 per USD.
"Kami yakin terhadap berbagai upaya yang dilakukan dan ditempuh oleh Gubernur BI, dan kami berharap Gubernur BI juga menjaga stabilitas sektor keuangan karena kita khawatir upaya-upaya yang dilakukan Gubernur BI akan menjadi sia-sia bagi kita semua kalau tidak ada di antara kita koordinasi baik di semua lini," tandasnya.
Baca Selengkapnya: Gubernur BI Diminta Jaga Rupiah yang Dekati Rp15.000/USD
(Feby Novalius)