Harga Pertalite Turun Jadi Rp6.450/Liter

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 16 September 2020 19:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 16 320 2278932 harga-pertalite-turun-jadi-rp6-450-liter-xvQUO8z8vA.jpeg BBM (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) akan terus menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite hingga di angka Rp6.450 per liter. Penurunan harga BBM itu karena perseroan sedang gencar melakukan diskon harga pertalite di sejumlah daerah di Indonesia.

CEO Commercial dan Trading Subholding Pertamina Mas'ud Khamid mengatakan, penurunan harga pertalite kemungkinan akan terus dilakukan. Meski demikian, dia tak menyebut batas harga per liter pertalite yang dipromosikan itu.

Dalam pelaksanaannya, program diskon pertalite akan dilakukan per 2 bulan sekali. Di mana, dalam 2 bulan pertama Pertamina memberikan diskon sebesar Rp1.200 per liter, kemudian 2 bulan kedua harga diskon turun jadi Rp8.000, dan 2 bulan selanjutnya harga akan terus diturunkan.

Baca juga: Pengusaha Usul Harga BBM Industri Diturunkan di Tengah Covid-19

"Diskon per 2 bulan, diskonnya kita turunkan, jadi 2 bulan pertama diskonnya Rp1.200, nanti 2 bulan kedua turun jadi Rp8.000 dan seterusnya," ujar Mas'ud usai melakukan RDP bersama BAKN DPR, Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Dia mengatakan, pihaknya telah melakukan diskon pertalite sebesar Rp8.000 per liter di Kota Denpasar yang dimulai sejak Selasa kemarin. Hal serupa juga terjadi di Tangerang Selatan (Tangsel). 

Pertamina melalui Marketing Operation Region (MOR) III, memberikan promo harga murah dengan membandrol harga pertalite per liter senilai Rp6.450.

Baca juga: Harga BBM Bulan Mei Tak Akan Turun, Sama seperti April

Promo ini berlaku di 38 SPBU di wilayah Tangerang Selatan untuk konsumen kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga, angkutan umum kota (angkot) serta taksi plat kuning.

Mas'ud menjelaskan, program ini merupakan bagian dari edukasi dan marketing produk yang dilakukan perseroan plat merah di tengah pandemi Covid-19. Tujuannya, agar pengguna premium yang memiliki potensi daya beli besar dapat beralih menggunakan pertalite.

"Ini edukasi murni marketing, seseorang punya daya beli yang seharusnya dia kuat membeli produk yang lebih bagus, tetapi karena belum punya pengalaman merasakan BBM bagus kita kasih uji coba," kata dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini