JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyadari bahwa pemulihan ekonomi yang dilakukan pemerintah dalam upaya penanganan Covid-19 masih terlalu awal. Apalagi, kondisi perekonomian secara global masih rentan dan penuh ketidakpastian akibat wabah virus corona.
"Ini masih sangat dini dan terlalu rentan bagi kita melihat pemulihan ekonomi,"ujar Sri Mulyani dalam video yang diunggah LPS, Kamis (17/9/2020).
Baca Juga: Erick Thohir Perkirakan Ekonomi RI Benar-Benar Pulih pada 2022
Menurutnya, jika pemerintah sudah mendapatkan harapan akan mendapatkan vaksin di akhir tahun, itu semua belum cukup untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Sebab, vaksin sendiri membutuhkan waktu penyembuhan lebih lama bagi banyak negara.
"Because covid masih di sini bersama kita meskipun banyak hope dan diskusi mengenai vaksin tapi ini membutuhkan waktu lebih lama bagi banyak negara," bebernya.
Baca Juga: PSBB Jakarta, Apa Upaya Sri Mulyani Selamatkan Ekonomi RI?
Dia menambahkan, kontraksi ekonomi Indonesia bukan berarti situasi menjadi buruk, karena masih lebih baik dibandingkan dengan negara lain.
"Indonesia masih dealing dengan ketidakpastian ini, meskipun jika dibandingkan negara-negara lain kontraksi ekonomi kita di kuartal II 5,3% lebih mild dari negara lain yang kontraksinya lebih dalam," tandasnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.