JAKARTA - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) menguat setelah Federal Reserve memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya. Hal ini mendorong rally short covering, di mana dolar menghapus hampir semua kenaikan karena pasar mencerna kebijakan Bank Sentral AS.
Beberapa ahli strategi pun berpendapat penguatan dolar kemungkinan bersifat sementara. Pasalnya, The Fed berfokus menjaga suku bunga AS di level terendah sampai lapangan kerja dan inflasi mencapai target.
Suku bunga Fed mendekati nol dipertahankan hingga akhir 2023, ketika pasar tenaga kerja mencapai level maksimum dan inflasi berada di jalur untuk melebihi target 2%.
Baca Juga: Dolar Balik Menguat setelah The Fed Naikkan Prospek Ekonomi AS
Namun, Ahli Strategi Commerzbank menilai persyaratan yang dibuat The Fed bila ingin menaikan suku bunga nantinya sangat jarang dipenuhi. Tercatat kondisi ini terakhir kali terpenuhi antara Maret dan Oktober 2018, dan sebelum itu pada 2000.