JAKARTA - Membuka usaha madu bisa menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat. Apalagi di saat pandemi seperti saat ini, perlu adanya tambahan pemasukan untuk bisa bertahan hidup.
Lantas berapa sih keuntungan yang didapatkan dari menjual madu botolan? Founder Madu Halalan Thoyyiban Denny Subchan mengatakan, keuntungan yang didapatkan hingga saat ini masih terus naik.
Sebagai contoh, dirinya mengambil sampel dalam tiga bulan terakhir. Pada dua bulan terakhir, dirinya bisa menjual 100 botol setiap bulannya.
Baca Juga: Kisah Inspiratif, Pengangguran Raup Cuan dari Miniatur Sepeda Motor
Sedangkan harga jual satu botolnya adalah Rp110.000. Artinya jika dalam satu bulan bisa menjual 100 botol, setiap bulan bisa mendapatkan minimal Rp10 juta.
"Kalau ini kan saya jalan itu bulan Juli saya baru berangkat Juli. Kalau saya enggak salah saya jual sekitar 100 botol. Kalau di kali 110.000 sekitar Rp10 jutaan. Itu di bulan 1-2," ujarnya saat dihubungi Okezone, Minggu (20/9/2020).
Sedangkan margin keuntungan yang didapatkan pun beragam. Mengingat, dirinya juga memiliki jaringan supplier yang menjual langsung ke masyarakat.
Baca Juga: Kisah Sy Bersaudara, Orang Terkaya Filipina Rp204 Triliun karena Warisan
"Nah di bulan akhir artinya Agustus akhir saya mulai dapat reseller. Nah reseller ini yang bisa bantu omzet saya naik lagi," kata pria berusia 44 tahun tersebut.
Namun secara keseluruhan, keuntungan yang diambil berada di kisaran 10-30%. Di mana jika menjual ke reseller biasanya margin keuntungan yang diambil hanya 10% saja.
"Kalau untungnya sendiri kalau dihitung kalau langsung ke masyarakat artinya ke end user itu biasanya kalau kita dagang itu saya saving bisa sekitar 10-30%. Artinya margin nanti dipotong lagi dengan modal-modal lain," kata Denny.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.