KKP Beberkan Pagu Anggaran Rp6,65 Triliun di 2021

Aditya Pratama, Jurnalis · Selasa 22 September 2020 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 320 2281790 kkp-beberkan-pagu-anggaran-rp6-65-triliun-di-2021-shByfSxxAJ.jpg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan rapat kerja (raker) dengan Komisi IV DPR hari ini. Adapun, agenda raker ini terkait penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian/Lembaga tahun anggaran 2021 sesuai hasil pembahasan Badan Anggaran.

Dalam paparannya, Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, Antam Novambar melaporkan pagu anggaran KKP tahun anggaran 2021 sesuai dengan Surat Edaran bersama Menteri Keuangan dan Kepala Bappenas Nomor S-692 dan B-636 tanggal 5 Agustus 2020 perihal pagu anggaran K/L dan penyelesaian rencana anggaran dan anggaran K/L tahun anggaran 2021 sebesar Rp6,65 triliun.

Baca juga: Virus Corona, Anggaran Kemenhub Dipangkas Rp10 Triliun

"Terdiri dari pagu indikatif sebesar Rp5,67 triliun dan tambahan pagu anggaran sebesar Rp974,32 miliar," ujar Antam dalam Raker bersama Komisi IV DPR, Selasa (22/9/2020).

Antam menjelaskan, rancangan pagu alokasi anggaran tahun 2021 per unit kerja eselon I sesuai hasil pembahasan badan anggaran sebagai berikut.

Baca Juga: Jokowi Realokasi Anggaran, Sri Mulyani: Percepat Penanganan Covid-19

1. Dirjen Perikanan Tangkap sebesar Rp763,57 miliar

2. Dirjen Perikanan Budidaya sebesar Rp1,21 triliun

3. Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan sebesar Rp1,07 triliun

4. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan sebesar Rp431,70 miliar

5. Dirjen Pengelolaan Ruang Laut sebesar Rp455,36 miliar

6. Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan sebesar Rp1,52 triliun

7. Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan sebesar Rp603,72 miliar

8. Sekretariat Jenderal KKP sebesar Rp497,65 miliar

9. Inspektorat Jenderal KKP sebesar Rp86,77 miliar

Dengan demikian, pagu alokasi anggaran KKP tahun 2021 berdasarkan sumber dana dibagi atas empat bagian, yaitu rupiah murni, badan layanan umum, penerimaan negara bukan pajak dan pinjaman luar negeri.

"Rupiah murni sebesar Rp6,49 triliun, Badan Layanan Umum sebesar Rp32 miliar, penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp109,59 miliar dan pinjaman luar negeri sebesar Rp12,32 miliar," ucap Antam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini