Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Resesi Indonesia Tidak Terjadi Tiba-Tiba

Rina Anggraeni , Jurnalis-Jum'at, 25 September 2020 |12:52 WIB
Resesi Indonesia Tidak Terjadi Tiba-Tiba
Krisis Covid-19 Lebih Parah Dibanding 2008. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah menilai resesi yang akan terjadi di Indonesia tidaklah mudah. Indonesia pun segera masuk lubang resesi karena pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 diprediksi kembali minus.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengungkapkan, secara sederhana resesi diartikannya melalui pengertian rule of thumb Julius Shiskin. Kontraksi produk domestik bruto (GDP) secara tahunan selama dua kuartal berturut-turut.

Baca Juga: Resesi, Ekonomi RI 2020 Diprediksi Minus 2%

"Supaya gampang memahaminya, pakai rule of thumb. Biasanya kalau di dua kuartal berturut-turut, pertumbuhannya negatif. Kenapa perlu rule of thumb? Secara substansial resesi ini sering kali terjadi tidak tiba-tiba," ujar Febrio, dalam diskusi virtual, Jumat (25/9/2020).

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement