Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengadaan Vaksin Covid-19 untuk 1,3 Juta Tenaga Medis hingga PNS

Rina Anggraeni , Jurnalis-Jum'at, 25 September 2020 |16:24 WIB
   Pengadaan Vaksin Covid-19 untuk 1,3 Juta Tenaga Medis hingga PNS
Covid-19 (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah tengah menyiapkan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang pengadaan vaksin covid-19 dan pelaksanaan imunisasi massal.

Dalam rancangan tersebut, pemerintah akan memprioritaskan sebanyak 1,3 juta vaksin bagi tenaga medis yang menangani pasien covid-19.

"Roadmap-nya ini sudah dipersiapkan, ada yang di garda terdepan sejumlah 1,3 juta. Kemudian ada (untuk) pelayanan publik ada aparatur negara," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam video virtual, Jumat (25/9/2020).

Kata dia, pemerintah akan melakukan pengadaan sebanyak 86 juta vaksin. Kemudian vaksinasi akan dilakukan secara beberapa tahap, dengan menyasar sejumlah kelompok yang dinilai membutuhkan vaksin covid-19.

"Ada juga tahap pertama, kedua, dan ketiga yang sudah disiapkan untuk disiapkan total 86 juta daripada penerima yang dibagi menjadi usia produktif, kelompok komorbid (penyakit penyerta) dan peserta BPJS dari penerima bantuan iuran," Bebernya.

Meski rata-rata tingkat keberhasilan vaksinasi ini hanya mencapai 40% . Upaya pengadaan vaksin ini tidak bisa disebut sebagai kerugian negara. Hal ini dikarenakan pengadaan vaksin merupakan bagian dari penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

"Saat ini Indonesia bersama dengan sejumlah negara sudah melakukan pemesanan vaksin covid-19 sesuai dengan kebutuhan di masing-masing negara. Bahkan Indonesia masuk di dalam daftar negara yang sudah menyiapkan dosis mendekati satu kali dari per kapita," tandasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement