PSBB Jakarta, 200 Ribu Pekerja Restoran di Mal Terancam PHK

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 27 September 2020 17:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 27 320 2284573 psbb-jakarta-200-ribu-pekerja-restoran-di-mal-terancam-phk-5dFy38Ve4r.jpg Dampak PSBB Jakarta, 200 Ribu Pekerja Restoran Terancam PHK. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ternyata menimbulkan permasalahan baru. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 200.000 pekerja restoran di mal terancam terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, tercatat jumlah pegawai yang bekerja di restoran dan kafe di mal Ibu Kota ada 400.000 orang. Namun, kini karena situasi keuangan pengelola restoran dan kafe sedang paceklik, terpaksa merumahkan sementara beberapa pegawainya.

Baca Juga: Jangan Hamburkan Uang Pesangon Asal-asalan

"Jumlah karyawan yang di rumahkan saat ini ada sekitar 50% dari jumlah tersebut. Sementara baru di rumahkan yang berpotensi besar dapat di-PHK jika PSBB ketat yang diberlakukan saat ini terus berlangsung untuk jangka waktu yang lama," kata Alphonzus saat dihubungi Okezone, Minggu (27/9/2020).

Dia menjelaskan, penyebab utama dari masalah itu karena pada PSBB kali ini, setiap restoran dilarang melayani pembelian untuk makan di tempat.

Baca Juga: Sudah Disuntik Rp365 Triliun, American Airlines PHK 19.000 Karyawan

"Saat ini restoran dan kafe tidak diperbolehkan untuk melayani makan di tempat dan hanya diperbolehkan untuk melayani pesan antar, sehingga banyak restoran dan kafe memilih untuk menutup sementara usahanya, karena kalaupun dipaksakan maka nilai penjualan tidak bisa menutupi biaya operasi," ujarnya.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang PSBB di Jakarta lantaran kasus penularan Covid-19 masih berpotensi terjadi bila pelonggaran diberlakukan. Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta Nomor 959 Tahun 2020 mengatur perpanjangan PSBB selama 14 hari jika kasus belum menurun secara signifikan.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini