Jelang Resesi, Pengusaha Minta BLT Cs Diperpanjang

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 28 September 2020 15:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 320 2284983 jelang-resesi-pengusaha-minta-blt-cs-diperpanjang-8hNKcSZaz2.jpg Pengusaha Minta Program Sosial Terus Diberikan hingga Akhir 2020. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah memprediksi Indonesia akan masuk ke jurang resesi dengan kontraksi ekonomi sedalam 2,9%. Hal itu dikarenakan perekonomian Indonesia masih terus mengalami tekanan jelang berakhirnya kuartal III-2020.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta Sarman Simanjorang menyebut pelaku usaha kembali mengharapkan kepada pemerintah agar lanjutkan program-program sosial. Seperti bantuan kepada pekerja proyek Rp2,4 juta bagi karyawan yang memiliki gaji Rp5 juta kebawah.

Baca Juga: 12,7 Juta Data Pekerja Penerima BLT Rp1,2 Juta Sudah Tervalidasi

"Serta permodalan pada UKM dan juga termasuk harapan kami membuat program padat karya di kota maupun di desa," ujar dia dalam acara IDX Channel di Jakarta, Senin (28/9/2020).

Menurut dia, padat karya ini, agar para pekerja pekerja yang dirumahkan atau yang terkena PHK dapat ditampung dalam program tersebut. Hal itu agar meraka bisa menghidupi keluarganya.

Baca Juga: Pelaku Seni Dapat BLT? Begini Penjelasan Sri Mulyani

"Dan program padat karya ini juga salah satu menggerakkan daya beli masyarakat kita. Contohnya program bantuan sosial yang kemudian diberikan pemerintah secara secara fisik seperti beras dan kebutuhan lainnya itu bisa dievaluasi dan diberikan secara langsung tunai kepada masyarakat," ungkap dia.

Pemberian bantuan langsung tunai ini, lanjut dia, bisa menggerakkan ekonomi akar rumput. Seperti bisa berbelanja di toko, kios pasar tradisional dan lain sebagainnya.

"Kita tahu 60% pertumbuhan ekonomi saat ini disumbang dari konsumsi rumah tangga. Jadi ini menjadi harapan kita pada pemerintah," tutur dia.

Dia juga meminta relaksasi stimulus program-program lainnya diberikan. Hal itu untuk membantu meringankan beban pengusaha. Menurutnya bantuan yang diberikan ini belum maksimal.

"Dunia usaha masih belum normal. Maka itu harapan kita pemerintah memberikanstimulus relaksasi pada dunia usaha lagi seyogyanya sampai tahun ini," tandas dia

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini