Investor Korsel Pilih Indonesia karena Upah Murah?

Ichsan Amin, Jurnalis · Senin 28 September 2020 19:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 320 2285120 investor-korsel-pilih-indonesia-karena-upah-murah-5XwDStUvY9.jpeg Investasi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Ekonom Center Reform on Economic (CORE), Mohammad Faisal mengatakan, langkah pemerintah mengejar investasi hingga ke Negeri Gingseng Korea Selatan memang diperlukan di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Menurut dia, secara umum iklim investasi belum pulih sepenuhnya di negara-negara yang terdampak Covid-19.

“Kalau kita lihat, iklim investasi di negara-negara terdampak Covid-19 belum pulih sepenuhnya. Namun kalau ditilik per sektor barangkali pertimbangan Korea Selatan memilih Indonesia melihat faktor lain, misalnya upah,” ungkap dia, dihubungi di Jakarta, Senin (28/9/2020).

Baca Juga: Selain Pasar, Survei BPS: Ada Perkantoran Tak Terapkan Protokol Kesehatan

Dia juga menilai proaktif pemerintah yang terus mendatangkan investor asing di tengah pandemi Covid-19 juga dinilai sebagai langkah yang positif. Menurut dia, keterlibatan Menteri BUMN Erick Tohir kemungkinan karena kapasitasnya sebagai Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional. 

“Biasanya selain BKPM, Menteri di atasnya atau setingkat Menko. Tapi saya juga melihat barangkali karena kapasitas Menteri Erick sebagai Satgas Pemulihan Ekonomi sehingga pemerintah gencar menggaet investor,” ujar dia.

Baca Juga: Tingkat Pendidikan Pengaruhi Kepercayaan Warga Tidak Tertular Covid-19

Dia menambahkan, pihak investor, terutama investor Korea Selatan harus terus diyakinkan terutama merealisasikan rencana tersebut (investasi). “Harus dikejar, jangan sampai baru sebatas minat, tapi belum ada MoU atau komitmen realisasi, makanya harus terus dikejar apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti ini,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Tohir dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengunjungi Korea Selatan, menindaklanjuti rencana investasi perusahaan asal Negeri Gingseng itu ke Indonesia. Menteri Erick optimis pemerintah akan agresif nutuk terus mendatangkan perusahaan aning menanamkan modal ke Indonesia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini