Produksi Abon Legendaris, Pipin Bisa Raih Omzet Besar Setiap Bulan

Yuwono, Jurnalis · Senin 28 September 2020 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 455 2285015 produksi-abon-legendaris-pipin-bisa-raih-omzet-besar-setiap-bulan-oxhbtk6vtk.jpg Abon (Foto: Juwono/Okezone)

BANDUNG BARAT - Seorang ibu rumah tangga di Kampung Sukamaju, Padalarang, memproduksi abon sapi legendaris yang telah dijalankan secara turun-temurun sejak tahun 1970-an. Di tengah masa pandemi seperti saat ini pun, penjualannya melalui online justru kian meningkat.

Produknya bahkan berhasil di pasaran luar negeri, seperti China, Arab Saudi, Bangkok, dan Belanda. Sang ibu yang bernama Pipin Nurwati ini merupakan generasi ke-3 dalam bisnis abon sapi setelah ibu Tien Suharti dan neneknya Tedja Rukmana.

Baca Juga: Viral Bakso Kanibal, Pembeli Harus Sabar Antre 2 Jam

Sejak awal mula produksi abon sapi buatan keluarganya tersebut, awalnya hanya dikemas menggunakan plastik biasa. Namun, seiring berkembangnya teknologi, Pipin kemudian mempercantik kemasan pada November 2017 lalu. 

Hal tersebut juga sebagai salah satu wujud bakti pada ibunya, lalu dirinya juga memberi label pada kemasan Abon Sapi Tien's.

Baca Juga: 7 Hal soal Ikan Cupang yang Harganya Bisa Ratusan Juta

Selain itu, yang menjadi unggulan pada abon tersebut, bahannya menggunakan daging sapi jenis gandik bagian paha, dan juga menggunakan bumbu rempah pilihan, seperti bawang putih, lengkuas, garam, dan gula pasir. 

Dalam pembuatannya sendiri, pertama daging yang telah direbus hingga empuk, dan disuwir serta dicampur dengan bumbu rempah, kemudian ditiriskan. Jika sudah, abon pun dimasukkan ke dalam kemasan sebanyak 100 gram dengan proses akhir merekat kemasan menggunakan alat continous band sealer, lalu siap dipasarkan.

 

"Di masa pandemi saat ini, pemasaran yang dilakukan hanya mengandalkan beberapa akun sosial media saja. Namun, tak dipungkiri penjualannya justru kian meningkat. Selain tersebat di beberapa kota besar di Indonesia, penjualan juga berhasil tembus mancanegara," ungkap Pipin, Senin (28/9/2020).

Untuk membantu pemasaran abon sapi yang diproduksinya, dia memanfaatkan sejumlah media sosial seperti Instagram dan Facebook. Home industri miliknya juga tidak pernah sepi pembeli. Tak heran, omzet penghasilan yang dirainnya bisa tembus hingga Rp5 juta dalam hitungan per bulan.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini