Kisah Nathan Blecharczyk, Pendiri Airbnb yang Hartanya Lenyap akibat Covid-19

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 30 September 2020 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 30 455 2286046 kisah-nathan-blecharczyk-pendiri-airbnb-yang-hartanya-lenyap-akibat-covid-19-prKSitf8IV.jpg Nathan Blecharczyk (Foto: Forbes)

JAKARTA - Tak banyak orang mencapai titik kesuksesan dalam berkarier saat masih berusia muda. Salah satu pengusaha yang menjadi miliarder muda ialah Nathan Blecharczyk. Dia merupakan seorang pendiri dan Chief Technology Officer (CTO) dari Airbnb.

Bisa dibilang ayah dua anak itu memiliki nasib yang baik. Pasalnya, keahliannya sebagai insinyur akhirnya dilirik oleh Joe Gebbia yang merupakan teman sekamarnya di California bergabung dengan Brian Chesky membangun Airbnb pada tahun 2008.

Baca Juga: Kisah Lynsi Snyder, Wanita Muda Jadi Miliarder dari Warisan Burger

Airbnb merupakan sebuah perusahaan yang menyediakan layanan online di mana kita bisa menyewa sebuah tempat menginap, atau menyewakan rumah kita untuk tempat menginap bagi orang lain di lebih dari 34,000 kota dan 190 negara, demikian dilansir dari CNN, Rabu (30/9/2020).

Pada awal 2016, 60 juta tamu telah menggunakan layanan ini sejak diluncurkan pada tahun 2008. Dilansir dari Forbes, Nathan Blecharczyk tercatat memiliki harta kekayaan sebanyak USD3,1miliar.

Namun, kini akibat pandemi virus corona atau Covid-19 yang melanda seluruh negara di berbagai negara, membuat pemasukan Airbnb mengalami penurunan yang tajam. Akhirnya, perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) 25% dari total tenaga kerjanya atau hampir 1.900 karyawan.

Baca Juga: 10 Manajer Investasi Terkaya di Dunia, Jim Simons si Profesor Matematika Juaranya

Tak hanya itu, perusahaan penginapan rumahan berbasis online tersebut mengalami sepi pelanggan dalam beberapa bulan ini. Di mana, pemilik bangunan yang bermitra dengan Airbnb ingin menjual propertinya.

Langkah-langkah putus asa tersebut untuk mengantisipasi para pemilik properti kehilangan ribuan dolar per bulannya. Hal ini dikarenakan banyaknya pesanan yang dibatalkan tapi biaya pemeliharaan, tagihan-tagihan bulanan dan pembayaran hipotek terus menumpuk.

"Kami telah bekerja untuk mendukung komunitas melalui berbagai upaya, termasuk melakukan suntikan USD250 juta untuk membantu mendukung para pemilik rumah yang terkena dampak pembatalan tamu terkait Covid-19 dan USD17 juta untuk Super Host Relief Fund kami," ujar juru bicara Airbnb dalam sebuah pernyataan.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini