Lubang-lubang pada daun tersebut, terbentuk karena monstera mengalami preforasi, atau proses perlubangan akibat tetesan air yang cukup intens. Lubang itu pula yang membuat tanaman tersebut dinamai janda bolong.
"Awalnya tak menyangka tanaman yang sudah ada sejak dulu ini akan menjadi viral seperti saat ini. Harganya yang fantastis membuat usaha baru ini menjadi bisnis yang cocok di masa pandemi," ujar Asep Mulyana.
Untuk diketahui, kisaran harga jual tanaman janda bolong terhitung dari per satu daun. Maka lebih banyak daun yang dimiliki, tentu nilainya akan semakin mahal.
Namun, setiap daun yang ada dalam satu pohon harganya juga belum tentu sama, tergantung pada jenis dan karakter daun yang dimilikinya. Harga per satu daun untuk jenis janda bolong biasa berada pada kisaran Rp15.000 hingga jutaan rupiah.
Sedangkan untuk janda bolong dengan jenis tertentu, harga dipatok mulai dari Rp50 juta hingga ratusan juta rupiah per satu daunnya.
Sementara tanaman janda bolong yang dimiliki Asep ini selain sudah dipasarkan ke sejumlah kota besar di pulau Jawa dan provinsi lainnya di Indonesia, namun juga sudah berhasil tembus ke beberapa negara luar, seperti Amerika, Thailand, Korea, dan negara lainnya.
Tak heran sejak tanaman hias tersebut viral, petani tanaman hias pun kebanjiran permintaan dan membuat omzet per bulannya mencapai puluhan juta rupiah.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.