3 Kali Deflasi, Tanda Bahaya bagi Ekonomi Indonesia

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 01 Oktober 2020 12:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 320 2286672 3-kali-deflasi-tanda-bahaya-bagi-ekonomi-indonesia-d4qzrKvrhQ.jpg Indonesia Terancam Resesi. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Indeks Harga Konsumen (IHK) selama September 2020 kembali mengalami deflasi sebesar 0,05%. Dari 90 kota yang disurvei, sebanyak 56 kota mengalami deflasi dan 34 kota mengalami inflasi.

Ekonom Indef Bhima Yudistira menilai deflasi yang terjadi sebanyak tiga kali bisa membuat ekonomi Indonesia alami depresi.Adapun deflasi terjadi sejak Juli, Agustus dan September.

Baca Juga: Hattrick, BPS Catat Deflasi 0,05% pada September 2020

"Situasi deflasi yang berkelanjutan bisa mengarah pada indikasi adanya depresi ekonomi. Kita tidak sedang menghadapi resesi tapi depresi," ujar Bhima, di Jakarta, Kamis (1/10/2020)

Dia menyebutkan pada 1930 ketika terjadi depresi, indikasi global nya adalah adanya deflasi di banyak negara.

"Kalau kita lihat 1930 ketika terjadi depresi, indikasi global nya adalah adanya deflasi di banyak negara," bebernya.

Baca Juga: September Diprediksi Deflasi 0,07%, Begini Hitung-hitungannya

Dalam kesempatan yang sama Ekonom Core Piter Abdullah menilai deflasi ini masalah yang wajar. Ini suatu terjadi ketika demand di pasar begitu rendah sementara pasokan barang cukup tersedia.

"Demand yang rendah diakibatkan menurunnya daya beli dikelompok masyarakat bawah. Sementara disisi lain masyarakat menengah atas masih menahan konsumsi akibat wabah," tukasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini