JEMBER - Salah satu pelaku UMKM, penjual keripik tape singkong berhasil melakukan inovasi di tengah masa sulitnya ekonomi dampak dari pandemi Covid-19. Pasalnya, pelaku usaha tersebut justru mampu menembus pasar mancanegara.
Sonya sang pemilik keripik tape singkong pun mengaku, diawali dari hobi menanam singkong, kini dirinya mencoba mengolah singkong menjadi sajian yang nikmat hingga mendunia.
Di samping itu, singkong banyak ditemui di wilayah Jember, pembuatannya pun terbilang cukup mudah. Sonya menjelaskan, awalnya singkong yang telah diolah menjadi tape dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan, kemudian tape disimpan dalam freezer atau mesin pendingin hingga membeku.
Selanjutnya, tape digoreng menggunakan alat penggorengan khusus yakni menggunakan vacuum frying selama kurang lebih satu jam untuk menghilangkan kadar air. Keripik tape yang diangkat dari penggorengan vacuum frying tidak langsung dikemas, melainkan harus diproses lagi untuk menghilangkan kadar minyak pada keripik tape.
Dirinya memberi harga keripik tape per kemasan senilai Rp15.000. Selain itu, agar omzet terus meningkat di masa pandemi ini, Sonya pun kerap menjual produknya secara online.
Baca Selengkapnya: Kisah Sonya, Penjual Kripik yang Terus Berinovasi Saat Pandemi Belum Selesai
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.