Cepat Cair, Anggaran BLT Cs Bakal Terus Ditambah?

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 08 Oktober 2020 12:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 08 320 2290360 cepat-cair-anggaran-blt-cs-bakal-terus-ditambah-mNtTDIZ4c6.jpg Pemerintah Tambah Dana PEN. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah menambah dana penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020. Adapun sektor yang dimaksud ialah perlindungan sosial dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Sebelum dilakukan realokasi, dana perlindungan sosial sebesar Rp203,9 triliun dan saat ini menjadi Rp242,01 triliun, sedangkan untuk dana UMKM yang semula berjumlah Rp123,46 triliun menjadi Rp128,05 triliun.

Baca Juga: Bansos Beras Disalurkan ke 10 Juta Penerima, Sudah Terima Belum?

Direktur Riset Center of Reform On Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, pergeseran dana ke dua sektor itu disebabkan dua sektor ini yang paling terdampak akibat pandemi Covid-19.

"Pertama, masyarakat khususnya masyarakat menengah bawah dan kedua adalah UMKM, sehingga kalau ada penambahan dari alokasi anggaran untuk kedua kelompok ini saya kira hal yang sepatutnya sudah dilakukan," ujar Piter dalam acara Market Review IDX Channel, Kamis (8/10/2020).

Piter menambahkan, bisa saja anggaran di dua sektor ini belum mencukupi dan memerlukan tambahan. Sebab, banyaknya masyarakat dan pelaku usaha kecil yang terdampak pandemi ini.

"Bahkan mungkin tambahan itu kalau menurut saya belum mencukupi dengan kebutuhan dari masyarakat kita yang saat ini sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah karena mereka kehilangan income, pekerjaan, demikian juga UMKM yang kehilangan kesempatan berusaha," kata dia.

Baca Juga: Update Pemulihan Ekonomi, Subsidi Gaji Cair Rp13,8 Triliun untuk 11,6 Juta Pekerja

Selain itu, dengan berkurangnya alokasi anggaran untuk sektor korporasi dan Kementerian/Lembaga yang menurutnya hal ini telah sesuai evaluasi yang dilakukan pemerintah.

"Di sisi lain juga pemerintah bisa mengevaluasi bagaimana serapan terhadap anggaran rutin, anggaran-anggarancyang ada di Kementerian/Lembaga selama ini, karena sejauh ini di tengah pandemi, PSBB, banyak anggaran-anggaran di Kementerian/Lembaga yang tidak bisa dieksekusi sehingga dengan menimbang adanya kebutuhan di dua sektor tadi maka pemerintah bisa melakukan realokasi untuk anggaran yang diprioritaskan," ucapnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini