Jalur Ganda KA Cirebon-Jombang Sepanjang 550 Km Resmi Tersambung

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 08 Oktober 2020 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 08 320 2290374 jalur-ganda-ka-cirebon-jombang-sepanjang-550-km-resmi-tersambung-0tBtI6sQUD.jpg Kereta (Foto: Ilustrasi Okezone)

JAKARTA - Jalur Ganda Kereta Api (KA) lintas selatan Jawa mulai dari Cirebon-Purwokerto-Kroya-Jogja-Solo-Madiun-Jombang sepanjang 550 kilometer (km) telah tersambung. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi hadir dalam kegiatan Soft Launching Pengoperasian Parsial Jalur Ganda Lintas Selatan Jawa di Stasiun Solo Balapan, Kamis (8/10/2020).

Proyek Jalur ganda KA lintas selatan Jawa tinggal menyisakan pekerjaan sekitar 65 km lagi antara Jombang- Mojokerto-Wonokromo yang ditargetkan selesai dalam 1 sampai 2 tahun mendatang. Jalur ini memiliki panjang total sekitar 694 km yang terbentang mulai dari Cirebon-Prupuk-Purwokerto-Kroya-Gembong Kutoarjo-Yogyakarta-Solo-Kedungbanteng-Madiun-Jombang-Mojokerto-Wonokromo-sampai Surabaya.

Baca Juga: Bos KAI Curhat Setiap Hari Cek Cash Flow, Masih Aman?

“Dengan selesainya Jalur Ganda KA lintas selatan Jawa nantinya akan menyambungkan 3 kota aglomerasi besar yaitu Jabodetabek-Joglosemar-Gerbangkertasusila,” kata Budi.

Budi mengapresiasi pembangunan jalur KA lintas selatan Jawa yang dilakukan oleh anak bangsa, yang mampu membangun terowongan jalur ganda pertama di Indonesia. Di mana ada tiga terowongan yang dibangun dalam proyek ini yaitu, terowongan Notog, terowongan Kebasen, dan Terowongan Ijo. Selain membangun terowongan, para anak bangsa juga mampu membangun jembatan bentang panjang dan sistem persinyalan yang modern.

Baca Juga: HUT ke-75 KAI, Jokowi: Transportasi yang Murah, Aman dan Nyaman

“Ini bukti nyata bahwa kita telah mampu menghasilkan karya besar yang patut dicatat dalam sejarah perkeretaapian di tanah air,” kata dia.

Pembangunan jalur ganda KA lintas selatan ini ini memiliki arti yang sangat penting, tidak hanya dari sisi ekonomi, mobilitas orang dan distribusi logistik, tapi juga dari sisi dukungan pada program Pemerintah terkait pengembangan 5 Bali Baru, salah satunya adalah Borobudur.

 

“Dukungan konektivitas ke Borobudur dengan moda kereta api sangat penting. Untuk itu saya mendorong agar jalur kereta api kearah Borobudur bisa selesai tepat waktu dan terintegrasi dengan jalur KA lintas selatan Jawa ini,” katanya.

Setelah pembangunan jalur ganda KA lintas utara Jawa selesai dan beroperasi penuh pada Tahun 2014, Kemenhub melalui Ditjen Perkeretaapian berupaya mempercepat penyelesaian jalur ganda KA lintas selatan Jawa sejak tahun 2015.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini