Beda Nasib UMKM di Krisis 1998 Vs Covid-19

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 09 Oktober 2020 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 455 2291189 beda-nasib-umkm-di-krisis-1998-vs-covid-19-9OLidru05d.jpeg Krisis Ekonomi (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki menyebutkan bahwa sektor UMKM terdampak luar biasa akibat pandemi Covid-19.

Hal ini, kata dia, jauh berbeda dibanding situasi krisis di tahun 1998 di mana UMKM tampil sebagai pahlawan ekonomi nasional.

Baca Juga: Ada Corona, 50% UMKM Gulung Tikar

"Nah saat ini Covid-19 dampaknya multidimensi di seluruh dunia. Karena itu sekarang UMKM sangat terdampak baik dari segi supply maupun demand," ujar Teten dalam video virtual di Jakarta, Jumat (9/10/2020).

Lanjut dia, ada banyak survei yang dilakukan, mulai dari ADB, McKinsey hingga yang dilakukan oleh pihak KemenKop UKM sendiri. Dari survei ADB, 50% UMKM diperkirakan menutup usahanya, sementara 88% usaha mikro sudah tidak memiliki tabungan.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Ditentukan Kualitas Pelaku Usaha

"Dari survei kami, yang paling terdampak dari sisi penjualan. Rata-rata omzet turun 40%-70%, yang otomatis pendapatan mereka menurun," ungkap Teten.

Maka dari itu, pihak KemenKop UKM turut membantu dari segi penjualan.

"Kami membantu lewat belanja pemerintah dan lembaga, itu saya kira tahun ini ada Rp324 triliun anggaran untuk dibelanjakan produk koperasi dan UMKM," tandasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini