Gas Elpiji 3 Kg Langka di Tengah Corona

Demon Fajri, Jurnalis · Selasa 13 Oktober 2020 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 320 2292872 gas-elpiji-3-kg-langka-di-tengah-corona-dFnItkhIhc.jpg Gas Elpiji 3 Kg (Foto: Okezone/Demon)

BENGKULU - Ratusan warga Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, rela mengantre berjam-jam untuk mendapatkan tabung gas melon ukuran 3 Kilogram (Kg) di halaman kantor kecamatan di daerah tersebut.

Ratusan warga yang didominasi oleh Ibu Rumah Tangga (IRT) itu rela berpanas-panasan guna mendapatkan satu tabung gas ukuran melon tersebut. Di mana mereka sudah mulai memadati areal kantor kecamatan, sejak Selasa 13 Oktober 2020, pagi.

Akibatnya, antrean panjang pun tak terhindarkan. Meskipun demikian, mereka yang ikut mengantri meletakkan tabung gas melon hingga mengular. Bahkan, panjang antrean tidak kurang dari 150 meter.

Antrean untuk mengisi tabung gas melon itu dipicu, lantaran di Kota Bengkulu dan sekitarnya telah terjadi kelangkaan sekira satu bulan terakhir. Di mana tabung gas ukuran 3 Kg itu sudah menghilang dari agen-agen, pangkalan, dan eceran.

Salah satu warga Kecamatan Ratu Agung, Yunika mengatakan, kelangkaan tabung gas 3 Kg itu diduga telah menghilang tidak kurang dari 1 bulan terakhir. Sehingga tabung gas subsidi itu sulit untuk diperoleh masyarakat kalangan bawah.

"Di agen-agen sudah tidak ada. Di Warung juga kosong. Gas lagi langka sekarang. Kalau di luar harga gas 3 kg satu tabung di jual Rp40.000, makanya saya ikut mengantri di sini (kantor kecamatan) untuk mendapatkan satu tabung gas 3 Kg," kata Yunika, saat ditemui Okezone, Selasa (13/10/2020).

Ditambahkan warga Kecamatan Ratu Aguna lainnya Fitri mengatakan, harga jual 1 tabung gas di kantor kecamatan dihargai Rp15.300. Di mana setiap KK hanya diberi 1 tabung gas untuk dilakukan pengisian atau penukaran.

"Syaratnya hanya fotocopy KK, di sini (Kantor Kecamatan) dijual Rp15.300 per tabung," ujar Fitri.

 Konsumsi Normal Tabung Gas Elpiji 3 Kg

Camat Ratu Agung, Kota Bengkulu, Subhan Gusti Hendri menjelaskan, kelangkaan tabung gas 3 Kg di wilayah Kecamatan Ratu Agung dan sekitarnya membuat pemerintah Kota Bengkulu menggelar operasi pasar di setiap kecamatan.

Di Kecamatan Ratu Agung, sampai Subhan, operasi pasar tabung gas ukuran 3 Kg disiapkan sebanyak 560 tabung, dengan harga jual per tabung Rp15.300. Di mana setiap warga hanya diberi penukaran 1 tabung gas.

"Ini operasi pasar untuk mendapatkan tabung gas 3 kg. Kita menyiapkan 560 tabung. Setiap Kepala Keluarga 1 tabung gas. Ini khusus untuk masyarakat kurang mampu yang kesulitan mendapatkan tabung gas 3 Kg," jelas Subhan.

Oktober, Pertamina Pasok 80 Ribu Tabung Gas

Sementara itu, selama Oktober, Pertamina melalui Marketing Operation Region II Sumbagsel melakukan penambahan alokasi tabung LPG subsidi 3 Kg lebih dari 80 ribu tabung atau 241 Metrik Ton (MT) di Provinsi Bengkulu.

Tambahan itu mencapai 6% dibandingkan pasokan bulan September sebesar 3786,6 MT, menjadi 4027 MT di Oktober.

"Pasokan tambahan ini dilakukan secara bertahap bulan Oktober, atau sudah melebihi pasokan harian rata-ratanya selama Bulan September," kata Region Manager Comm, Relation & CSR Sumbasel, Dewi Sri Utami.

Dewi mengimbau, masyarakat yang berhak untuk membeli LPG subsidi 3 Kg sesuai kebutuhan dan tidak membeli dalam jumlah berlebih, apalagi Pertamina menjamin ketersediaan pasokan dan terus memantau pasokan di jalur distribusi resmi Pertamina yakni di Agen dan Pangkalan.

"Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No 26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Liquefied Petroleum Gas (LPG), bahwa fungsi pengawasan Pertamina sebagai badan usaha yang ditunjuk untuk menyalurkan LPG bersubsidi adalah mulai dari Stasiun Pusat Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE), Agen hingga Pangkalan. Artinya, titik poin terakhir pendistribusian adalah di pangkalan, bukan di pengecer ataupun warung," jelas Dewi.

Dewi menjelaskan, masyarakat dapat membeli LPG subsidi ini langsung di pangkalan LPG resmi Pertamina, dengan harga sesuai Surat Keputusan (SK) Walikota atau Bupati setempat. Ciri-ciri pangkalan LPG resmi Pertamina adalah adanya plang yang mencantumkan nama pangkalan, nomor registrasi pangkalan, menyebutkan Harga Eceran Tertinggi (HET), serta menyebutkan kontak pangkalan serta Call Center 135 Pertamina.

Meski pengawasan resmi hanya sampai di pangkalan, terang Dewi, Pertamina juga terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan di wilayah terkait untuk pengawasan penjualan LPG di tingkat pedagang eceran yang diluar ranah Pertamina.

"Kita berharap pengawasan ini dilakukan bersama-sama oleh pemangku kepentingan terdekat dengan masyarakat, sehingga pasokan LPG reguler maupun fakultatif jika ada dan yang jumlahnya sangat besar ini tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum yang ingin mengambil keuntungan dengan melakukan penimbunan atau memainkan harga di tingkat eceran," jelas Dewi.

Dewi mengungkapkan, aparat yang berwenang dapat menindak dengan sanksi tegas bagi pelaku penimbunan atau penyimpanan barang bersubsidi, sebagaimana diatur dalam Permen ESDM Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Penyediaan Dan Pendistribusian LPG Tabung 3 Kg.

Dewi mengingatkan, LPG 3 Kg merupakan LPG subsidi yang peruntukannya diatur untuk rumah tangga pra sejahtera, yakni masyarakat yang memiliki penghasilan di bawah Rp1,5 juta per bulan, serta kegiatan usaha kecil dan mikro. Untuk masyarakat golongan mampu, dapat menggunakan elpiji non subsidi, seperti Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg.

"Pasal 16 disebutkan, Badan Usaha dan masyarakat yang melakukan melakukan penimbunan dan atau penyimpanan dan penggunaan LPG subsidi yang bertentangan dengan ketentuan dikenakan sanksi sesuai aturan perundang-undangan," ujar Dewi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini