Erick Thohir ke Inggris Cari Vaksin, Komisi VI: Hasil yang Menggembirakan

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 15 Oktober 2020 14:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 320 2294100 erick-thohir-ke-inggris-cari-vaksin-komisi-vi-hasil-yang-menggembirakan-R6qup4GgeU.jpg Erick Thohir hingga Menlu Kunjungan Kerja ke Inggris. (Foto: Okezone.com/KBUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan kunjungan ke Inggris. Hal tersebut dilakukan dalam rangka pengembangan platform vaksin self-amplifying RNA atau SARNA. Vaksin ini ditujuhkan untuk mencegah dan mengendalikan penyakit menular.

Mitra kerja Kementerian BUMN, Komisi VI mengapresiasi sekaligus berharap kunjungan tersebut dapat membuahkan hasil yang baik untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Baca Juga: Ternyata Ada 151 Vaksin Covid-19 yang Dikembangkan

"Mengapresiasi Erick Thohir sebagai ketua Satgas Covid-19 dan ketua pemulihan ekonomi dengan Menlu dan Menkes. Semoga kunjungan Menteri BUMN dan rombongan ke Eropa medapat hasil yang menggembirakan bagi seluruh seluruh rakyat Indonesia baik dari sisi kesehatan maupun pemulihan ekonomi," kata Anggota Komisi VI DPR Marwan Jafar, dalam keterangannya, Kamis (15/10/2020).

Mantan menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi itu juga berharap pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN, Kemenlu, dan Kementerian Kesehatan menjajaki kerjasama dengan sejumlah negara-negara maju lain termasuk negara Asia terkait vaksinasi Covid-19.

Baca Juga: Daftar Penerima Vaksin Covid-19 Berdasarkan Prioritas

"Seharusnya Indonesia tidak hanya kerjasama dengan satu negara. Kerjasama ini bisa dilakukan dengan negara-negara lain. Termasuk dengan negara-negara di Asia, bisa dengan Rusia, Philipina, Arab Saudi," katanya.

China misalnya sudah menjajaki kerjasama dengan sejumlah negara dalam penanganan Covid-19. Dimana, China telah melakukan kerjasama dengan 69 negara dalam rangka vaksinasi Covid-19.

"China membangun kerjasama dengan 69 negara maju untuk vaksinasi Covid-19. Artinya tidak menutup kemungkinan kerjasama dengan negara-negara lain. Diantara negara eropa itu yang sudah kerjasama dengan asia itu Rusia," terang Marwan.

Di sisi lain, dirinya juga ingin DPR mendapat kesempatan memanggil WHO. Menurutnya, penjelasan WHO sangat diperlukan untuk menepis isu strategis dan kontroversial yang berkembang di masyarakat.

“Saya masih tetap mengusulkan DPR panggil WHO rapat resmi dengan DPR, supaya dapat sumber infomasi langsung, bukan dari media massa dan apalagi informasi hoaks,” kata Marwan.

Menurutnya, penjelasan WHO harus transparan, detail dan berdasarkan dalil ilmiah. Hal itu agar WHO mendapatkan kembali legitimasinya dari rakyat internasional, termasuk Indonesia sebagai anggota PBB sehingga dapat menepis berbagai dugaan dan asumsi konspirasi global.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini