Daftar Penerima Vaksin Covid-19 Berdasarkan Prioritas

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 12 Oktober 2020 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 320 2292320 daftar-penerima-vaksin-covid-19-berdasarkan-prioritas-5HEh0jvtiR.jfif Virus Corona (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah sudah menetapkan skala prioritas bagi penerima atau pihak yang mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 secara mandiri. Prioritas ini dinilai pemerintah bahwa mereka adalah garda terdepan dalam menangani pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pihaknya sudah menentukan skala prioritas dalam proses vaksinasi tersebut. Di mana, pihak-pihak tersebut terdiri dari para tenaga medis atau kesehatan, pelayanan kesehatan termasuk TNI dan Polri, serta aparat penegakan hukum. Pihak pertama ini berjumlah sebanyak sekitar 3,5 juta orang.

Baca Juga: Erick Thohir ke Inggris dan Swiss, Cari Vaksin Covid-19?

Kemudian, masyarakat umum, tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat daerah yang jumlah sekitar mencapai 5 juta orang. Disusul oleh tenaga pendidik dari Paud, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi baik swasta maupun negeri. Total pihak ini sebanyak 4,3 juta.

"Kemudian aparat Pemerintah Pusat, Daerah, dan legislatif sebanyak 2,3 juta orang. Selanjutnya, penerima bantuan pembayaran iuran BPJS yang jumlahnya sebesar 96 juta. Serta masyarakat yang usia 19 tahun sampai 59 tahun," ujar Airlangga dalam konferensi pers secara virtual di BNPB, Jakarta, Senin (12/10/2020).

Baca Juga: Jubir Satgas Covid-19 Pastikan Vaksin yang Masuk ke Indonesia Aman

Dengan demikian, totalnya penerima vaksin mandiri berdasarkan prioritas pemerintah sebanyak 160 juta orang dari total jumlah penduduk yang ada di Indonesia.

Dari jumlah itu, pemerintah kemudian menyiapkan sebanyak 320 juta dosis vaksin. Di mana, per orangnya akan mendapatkan dua dosis vaksin atau dua kali suntikan.

"Terhadap keputusan itu, pemerintah sedang membuat semacam MoU atau pengikatan untuk jumlah tersebut. Tentu di samping itu ada beberapa perusahaan yang menerapkan kerja sama," kata dia.

 

Pemerintah juga melakukan vaksinasi secara bertahap. Untuk melancarkan proses ini, pihak Airlangga menggandeng sebanyak 11.000 Puskesmas. Ditargetkan, penyuntikan dilakukan sebanyak 1 juta per hari.

"Ada dua langka yang diberikan pemerintah dan sisinya vaksin mandiri, semuanya dikontrol oleh Kemenkes dan PT Bio Farma berdasarkan Perpres yang sudah ditandatangani Presiden, dan ini tidak sekaligus tapi bertahap, jadi kita bayangkan saja kalau kita lakukan penyuntikan 1 juta per hari," ujar dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini