Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bisnis Kripik Kelapa Online, Mila Cicipi Rp15 Juta Selama Pandemi

Subhan Sabu , Jurnalis-Selasa, 20 Oktober 2020 |22:08 WIB
Bisnis Kripik Kelapa <i>Online</i>, Mila Cicipi Rp15 Juta Selama Pandemi
Keripik Kelapa (Foto: Subhan/Okezone)
A
A
A

MANADO - Berbagai sektor usaha terdampak signifikan sejak mewabahnya pandemi Covid-19, termasuk para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Tak jarang banyak dari mereka yang mengalami penurunan pemasukan hingga kehabisan modal usaha.

Namun, pandemi Covid-19 tak membuat seorang pelaku UMKM asal Manado, Mila Amelia (43) patah semangat. Pemilik UMKM Dapur Aisyah ini justru meraup untung besar dari jualan keripik kelapa secara online.

Baca Juga: Terkuak, Ini Kontribusi UMKM bagi Perekonomian Indonesia

Mila sebelumnya memproduksi sambal roa dan abon ikan cakalang. Di awal tahun 2020, dia mulai mencoba membuat keripik kelapa dan berani lempar kepasaran pas mulai Covid-19. Dan mendapat respons yang sangat baik dari masyarakat, sayangnya ketika pandemi melanda, penjualan anjlok bahkan tidak ada permintaan sama sekali. 

"Memang berpengaruh secara offline, menurun sampai 80%, dibeberapa toko oleh-oleh semenjak Covid-19 tidak ada permintaan sama sekali kepada kami," ujar Mila, Selasa (20/10/2020).

Dia kemudian merubah strategi, berjualan secara online dengan menawarkan berbagai diskon. Justru dengan strategi itulah, penjualannya meningkat tajam. Perbulan dia bisa memproduksi 200 sampai 300 bungkus keripik kentang. 

"Tergantung permintaan, kalau memang ada permintaan lebih banyak kita produksi lebih. Omzet rata-rata Rp15 juta per bulan," kata Dia.

Pembeli keripik kelapa sendiri bukan hanya berasal dari Manado saja, permintaan datang paling banyak datang dari Jakarta, ada juga dari Sumatera, Kalimantan, bahkan dari Merauke dia sudah memiliki pelanggan.

"Justru sebelum PSBB itulah puncak dari penghasilan saya selama berjualan online. Justru meningkat secara online," terang dia.

Keripik kelapa buatannya menggunakan bahan baku yang melimpah di Sulawesi Utara yakni kelapa. Untuk membuat keripik kelapa, dia memakai kelapa yang masih mengkal.

"Selama ini hanya dimanfaatkan kelapa muda untuk klapertart dan kelapa tua untuk VCO, maka saya memanfaatkan kelapa mengkal untuk buat keripik," tambahnya.

Keripik kelapa buatan Mila diberi nama Badonci yang artinya menari. Pemberian nama Badonci menurutnya sedikit untuk mengedukasi bahwa badonci merupakan bahasa Manado yang artinya menari

"Secara tidak langsung, turis yang membawa oleh-oleh ini teredukasi bahasa Manado, badonci itu adalah," pungkasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement