Mendes: BLT Desa Sudah Terpakai Rp44 Triliun

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 23 Oktober 2020 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 320 2298526 mendes-blt-desa-sudah-terpakai-rp44-triliun-g6gB2Vd4UQ.jpg Penyaluran BLT ke Masyarakat. (Foto: Okezone.com)

KOTA MALANG - Pemerintah pusat berusaha memulihkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19 yang masih merebak. Di desa misalnya, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) menyalurkan Rp44 triliun untuk program pemulihan ekonomi dan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT).

"BLT sampai 20 Oktober itu sudah terpakai Rp44 triliun. Masih Rp29 triliun, yang Rp11 triliun nanti akan habis untuk BLT sampai dengan bulan Desember," ujar Menteri Desa dan PDT Abdul Halim Iskandar saat berkunjung ke Malang, Jawa Timur, Jumat (23/10/2020).

Nantinya, lanjut Halim, dana Rp18 triliun yang tersisa akan diprioritaskan untuk program padat tunai produktif, misalnya untuk penataan ulang dalam rangka revitalisasi desa wisata.

Baca Juga: Kisah Suami Istri Dapat BLT Rp2,4 Juta

"Jadi kerjanya dengan padat karya tunai, melibatkan keluarga miskin, pengangguran, kelompok marginal lain. Yang diharap adalah desa wisata, itu berarti ada pengurangan pengangguran," beber politisi PKB ini.

Bila masyarakat di desa bisa memperoleh pekerjaan ini diharapkan bisa meningkatkan daya beli masyarakat dan menghasilkan sesuatu dari apa yang digarap di desa.

"(Harapannya) Peningkatan daya beli, kemudian desa wisatanya lokasi menjadi bersih dan produktif, atau lahan - lahan di desa yang nggak tergarap digarap, dengan padat karya tunai desa. Itu juga padat karya tunai produktif," terangnya.

Baca Juga: BLT Subsidi Gaji Gelombang 2 Cair, Jangan Kaget Cek Rekening Ada Rp1,2 Juta

Menteri Desa menambahkan dari program padat tunai produktif ini bisa mengurangi angka pengangguran yang berimbas pada penurunan jumlah penduduk miskin di desa.

"Angka kemiskinan sekitar ada 6,2 juta, sekitar 2 bulan ini berarti akan menyerap tenaga kerja berarti akan menurunkan 6 juta yang di desa. Tapi ya untuk dua bulan saja. Tentu untuk 2021 kita minta untuk padat karya juga, karena tetap pada dua hal, pemulihan ekonomi nasional semua anggaran semua kegiatan menuju ke sana. Kedua adalah penanganan Covid-19," tutupnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini