Apa Dampaknya jika Tak Ada UU Cipta Kerja?

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 23 Oktober 2020 20:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 320 2298634 apa-dampaknya-jika-tak-ada-uu-cipta-kerja-2PgRBhC0xV.jpeg Omnibus Law. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyebut Undang-Undang Cipta Kerja menyimpan banyak manfaat yang tidak disadari para pekreja dan buruh. Menurutnya, UU Cipta Kerja tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena jumlah lapangan pekerjaan akan semakin banyak.

"Tanpa adanya reformasi struktural dikhawatirkan lapangan kerja akan pinda ke negara yang lebih kompetitif," ujarnya dalam acara Manager Forum MNC ke-51 secara virtual, Jumat (23/10/2020).

Baca Juga: Urgensi UU Cipta Kerja di Mata Menaker

Di samping itu, daya saing para pencari kerja di Indonesia juga relatif rendah dibandingkan dengan negara lain. Akibatnya, angka pengangguran akan semakin banyak karena tidak adanya lapangan pekerjaan yang dibuka.

"Penduduk yang tidak bekerja semakin tinggi," kata Ida.

Efek lainnya, Indonesia juga tidak akan bisa berubah menjadi negara maju. Bahkan, Indonesia justru akan tetap terjebak sebagai negara dengan penghasilan menengah ke atas meskipun memiliki bonus demografi.

"Dan pada akhirnya terjebak middle income trap," ucapnya.

Baca Juga: UU Cipta Kerja Solusi untuk Penuhi Kebutuhan Lapangan Pekerjaan

Ida menjelaskan, UU Cipta Kerja juga mencakup pada perlindungan tiga golongan, yakni para pekerja yang belum bekerja atau para pencari kerja dan yang terakhir orang yang kehilangan pekerjaannya.

"Tidak benar kita tidak hanya berorientasi kepada pekerja. Tapi memberikan kepastian perlindungan kepada teman-teman pekerja. Kami berusaha untuk meramu dari tiga sasaran tersebut," kata Ida.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini