Cara Angkasa Pura II Antisipasi Lonjakan Jelang Long Weekend

Ichsan Amin, Jurnalis · Sabtu 24 Oktober 2020 18:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 24 320 2298983 cara-angkasa-pura-ii-antisipasi-lonjakan-jelang-long-weekend-V9a7HzNenH.jpg Bandara (Okezone)

JAKARTA - Pengelola bandar udara PT Angkasa Pura II (AP /Persero) mengantisipasi lonjakan penumpang. Terutama menjelang libur panjang 28 Oktober 2020.

Presiden Direktur PT AP II, Mohammad Awaluddin mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan utilisasi slot terbang yang ada. Awaluddin mengatakan, pembatasan bandara maksimal 50% sejak pandemi menjadi tantangan tersendiri.

 Baca juga: Layangan Tersangkut di Roda, Bos Citilink Pastikan Pesawatnya Tetap Sehat

“Tapi karena utilisasi bandara Soekarno-Hatta misalnya itu baru 38% atau 317 pergerakan dengan alokasi slot terbang tersedia 1.367 slot penerbangan take off-landing,” ungkapnya dalam diskusi virtual di Jakarta, Sabtu (24/10/2020).

PT Angkasa Pura II juga memiliki langkah-langkah antisipasi dan penanganan terkait adanya perkiraan peningkatan pergerakan penumpang sejalan dengan stimulus PSC, dan terkait dengan adanya libur panjang pada 28 Oktober – 1 November 2020.

 Baca juga: Libur Panjang Akhir Oktober, Penumpang Pesawat Diproyeksi Melonjak 20%

Protokol kesehatan diterapkan secara ketat bersama stakeholder lain di bandara, yang fokus pada 5 hal yakni program menjaga jarak (physical distancing), pemeriksaan terkait kesehatan (health screening), pelayanan dan fasilitas tanpa sentuh (touchless processing), keamanan setiap orang (people protection), serta kebersihan fasilitas bandara (facility cleanliness and sanitizing).

“Kami juga mematuhi peraturan yang berlaku saat ini, di mana dinyatakan jumlah Penumpang Waktu Sibuk [PWS] di bandara maksimal adalah 50% dari kapasitas. Misalnya di Bandara Soekarno-Hatta, PWS yang diperbolehkan adalah 23.336 penumpang/jam. Kami menjaga agar batas itu tetap dipenuhi,” ujar Muhammad Awaluddin.

Muhammad Awaluddin mengatakan di Bandara Soekarno-Hatta saat ini juga telah dilakukan penyeimbangan lalu lintas penerbangan (rebalancing traffic) dengan memindahkan operasional maskapai, misalnya Citilink dari Terminal 2 ke Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini