Share

Ingin Jadi Wirausaha Sosial yang Sukses? Begini 5 Kuncinya

Kunthi Fahmar Shandy, Koran SI · Sabtu 24 Oktober 2020 20:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 24 455 2298889 ingin-jadi-wirausaha-sosial-yang-sukses-begini-5-kuncinya-pkThHis0DE.jpg Personal Finance (Shutterstock)

JAKARTA - Perkembangan wirausaha sosial atau yang lebih populer dengan istilah social enterprise, merupakan sebuah peluang baru yang mulai disadari oleh berbagai kalangan. Tidak heran jika di masa pandemi ini semakin banyak memulai usaha.

Aspek penting apa yang perlu dipahami para wirausaha sosial agar dapat menjalankan bisnis sosial yang dapat memberikan dampak maksimal? Seperti dikutip dari buku “Profit untuk Misi Sosial” yang diterbitkan Bank DBS Indonesia, Sabtu (24/10/2020), berikut selengkapnya.

 Baca juga: Kini Para Santri Milenial Bisa Kembangkan Bakat Ekonomi Digital

1. Kenali inisiatif bisnis untuk dunia yang lebih baik

 

Untuk memberikan dampak sosial, terdapat beragam praktik bisnis yang perlu diketahui, terutama bagi para calon wirausaha sosial sebagai bekal untuk memulai bisnis. Saat ini, terdapat berbagai pilihan bentuk praktik bisnis yang bisa dipilih dan dijalankan di Indonesia. Di antaranya adalah Kooperasi, SE (Social Enterprise), CSR (corporate social responsibility); program kepedulian sosial untuk mendukung kegiatan sosial tertentu yang berlangsung secara berkelanjutan, serta CSV (Corporate Shared Value), yaitu perusahaan yang mengedukasi segmen masyarakat tertentu untuk bisa mengerjakan suatu aktivitas sesuai standar perusahaan agar dapat memperkuat rantai nilai perusahaan dan akhirnya memberikan hasil positif bagi profitabilitas perusahaan.

Selain itu, ada Social Business yaitu perusahaan zero-deviden yang memberikan pelayanan atau menjual produk untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kalangan Bottom of Pyramid atau segmen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan 40% terbawah di suatu wilayah perekonomian tertentu, dan Inclusive Business atau jenis perusahaan yang aktivitas bisnisnya membuka kesempatan partisipasi bagi masyarakat dari kalangan Bottom of Pyramid dalam rantai nilainya, baik sebagai pemasok maupun konsumen.

2. Pilih model wirausaha sosial yang tepat

 

Setelah mengetahui bentuk bisnis apa yang bisa dijalankan, maka selanjutnya wirausaha sosial perlu memahami dan memilih jenis, kriteria dasar, tipe, dan model bisnis yang dipilih, agar dapat lebih tepat sasaran. Misalnya, jenis Social Enterprise berdasarkan struktur kepemilikannya adalah SE-nirlaba yang dimiliki oleh masyarakat, bukan individu atau investor; atau Community Based SE yang struktur kepemilikannya kolektif atau Usaha Bersama seperti Kooperasi; dan ada juga Profit for Benefit Social Enterprise yang struktur kepemilikannya bersifat privat, namun memiliki komitmen untuk menginvestasikan kembali laba untuk mendukung misi sosial dengan proporsi yang lebih besar daripada dividen yang akan diambil untuk para pemiliknya. Hal yang perlu diingat adalah menentukan pilihan yang sesuai dengan perencanaan matang.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

3. Pahami ekosistem wirausaha sosial

Tidak ada salahnya memiliki impian yang tinggi, namun untuk mencapainya, konsistensi baik internal maupun eksternal amat diperlukan. Misalnya, dengan memperhatikan berbagai aspek seperti finansial, dukungan pemerintah, ketersediaan tenaga kerja, hingga penerimaan dari masyarakat perlu diperhatikan. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman atas ekosistem pendukung kewirausahaan sosial, termasuk pola tantangan yang umumnya dihadapi social enterprise, strategi cerdik untuk scaling-up, serta strategi bijak untuk transformasi menjadi social enterprise.

4. Temukan sumber daya yang tepat

Dalam memulai sebuah bisnis, sumber daya yang diperlukan bukan hanya manusia sebagai tenaga kerja, tetapi juga ada sumber daya lain seperti keuangan, bahan, keahlian, dan lainnya. Sumber daya menjadi hal yang penting untuk diperhatikan karena hal tersebut yang akan menentukan kelangsungan suatu bisnis.

5. Sebesar apa dampak yang ingin diciptakan

Tatkala memulai usaha sosial, tentu selain profit, wirausaha sosial juga memikirkan dampak yang berhasil diciptakan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, wirausaha sosial dapat mengukur dampak sosial menggunakan indikator dampak yang dimonitor secara berkelanjutan untuk melihat tingkat keselarasan dengan premise of change. Hal ini akan membantu wirausaha sosial dalam mengukur besar usaha dan jangkauan bahkan jumlah sumber daya yang dibutuhkan dengan analisis yang jelas.

“Seiring dengan perkembangan wirausaha sosial di Indonesia serta masyarakat yang mulai memberikan perhatian lebih, buku kedua ini lahir untuk melengkapi seri pertamanya yang dikemas secara sederhana sehingga dapat dipahami dengan mudah. Pada akhirnya, kami berharap buku elektronik ini dapat membantu pembaca termasuk wirausaha sosial agar lebih berkembang, serta menginspirasi dan menstimulasi masyarakat untuk melahirkan wirausaha sosial baru di Indonesia,” tutup Mona.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini