Jokowi: Industri Keuangan Syariah adalah Raksasa yang Sedang Tidur

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 28 Oktober 2020 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 28 320 2300873 jokowi-industri-keuangan-syariah-adalah-raksasa-yang-sedang-tidur-9LYPFtaqjw.jpg Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone.com/Setkab)

 JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa industri keuangan syariah adalah raksasa yang sedang tidur. Karena itu, pemerintah konsen untuk membangkitkan ekonomi syariah di Indonesia.

"Salah satunya dengan membangun salah satu bank syariah terbesar di Indonesia," kata dia dalam acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020, Rabu (28/10/2020).

Baca Juga: Buka ISEF 2020, Jokowi: Ekonomi dan Keuangan Syariah Miliki Potensi yang Sangat Besar

Kemudian, lanjut dia, semua aset bank syariah milik negara akan dilebur menjadi satu, untuk melahirkan bank syariah raksasa.

"Jadi total 3 aset bank syariah BUMN, yaitu BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah sampai semester I 2020 adalah Rp214 triliun. Sebuah angka yg besar," ungkap dia.

Di lain sisi pemerintah juga terus mengembangkan bank wakaf mikro di berbagai tempat, bekerja sama dengan pondok pesantren maupun organisasi keagamaan.

Baca Juga: Fatwa Jadi Hal Penting untuk Kembangkan Ekonomi Syariah

"Kita berharap industri keuangan syariah dapat dilakukan untuk memajukan ekonomi rakyat," jelas dia

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebut marger tiga bank syariah milik negara segera dilakukan. Diharapkan merger ini beroperasi mulai Februari 2021.

Menurutnya, dengan penggabungan tiga bank syariah tersebut nantinya total aset yang dimiliki mencapai Rp225 triliun. Aset tersebut diperkirakan akan terus tumbuh yang mana pada 2025 diperkirakan mencapai Rp390 triliun.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini