Erick Thohir Cari 1.000 Putra-Putri Papua untuk Bekerja di BUMN

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 28 Oktober 2020 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 28 455 2300685 erick-thohir-cari-1-000-putra-putri-papua-untuk-bekerja-di-bumn-fzC7FrCK5Q.jpg Lowongan Kerja (Shutterstock)

JAKARTA - Program Perekrutan Bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk putra-putri Papua dan Papua Barat masih terus dilakukan sampai saat ini. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas ekonomi di daerah tersebut.

Deputi Bidang SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN Alex Denni mengatakan, rekrutmen ini dilakukan sampai bulan Desember mendatang. Ditargetkan 1.000 orang akan ditempatkan di berbagai BUMN.

 Baca juga: Erick Thohir Rombak Direksi Jamkrindo, Eks Direktur BNI Jadi Dirut

"Insya Allah kami tetap berupaya melakukan rekrutmen sampai dengan akhir tahun ini, dan jika belum memenuhi target, kita akan lanjutkan tahun depan," kata Alex Denni di Jakarta, Rabu (28/10/2020).

Dalam proses perekrutan ini, pihaknya dibantu oleh Forum Human Capital Indonesia (FHCI). Diharapkan pada Desember nanti, putra-putri terbaik Papua dan Papua Barat sudah bisa bekerja.

"Diharapkan awal Desember sudah bisa boarding. Untuk progress sudah berapa per hari ini mungkin bisa ditanyakan ke FHCI," kata Denni.

 Baca juga: Menilik Peluang BUMN Go Global

Menurut dia, program ini diyakini akan membuat pemerataan ekonomi seperti tujuan pemerintah. "Kami sangat menghargai komitmen yang ditunjukkan oleh BUMN kita," ujar dia.

Pemerataan pembangunan nasional yang dititik beratkan di daerah Papua dan Papua Barat oleh Pemerintahan Joko Widodo, tentu memerlukan kesiapan yang menyeluruh. Terutama pembangunan sumber daya manusia sebagai bagian dari penikmat dan pelaku pembangunan tersebut, putera puteri daerah asal Papua dan Papua Barat harus bersiap.

Kebutuhan akan tenaga kerja dengan kemampuan dan kompetensi secara spesifik, rupanya telah dilihat oleh Pemerintah Daerah Teluk Bintuni sejak 2017 silam. Pada tahun 2018, Pemda Teluk Bintuni secara resmi menggandeng Petrotekno untuk membuka pendidikan vokasi atau balai pelatihan, yaitu Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas (P2TIM) Teluk Bintuni.

Sampai dengan saat ini, P2TIM telah meluluskan lebih dari 500 tenaga kerja dengan 18 sertifikasi profesi, baik nasional, yakni BNSP, juga internasional, yakni ECITB dan Opito. 18 sertifikasi profesi ini menjadi modal bagi lulusan P2TIM di bidang teknik industri dan migas, dengan spesifikasi keahlian level dua di bidang rigging, scaffolding, electric, welding juga pipe fitting.

Kemampuan serta kompetensi ini, tak hanya dapat mendatangkan manfaat bagi dunia industri di Teluk Bintuni, Papua maupun Papua Barat. Bahkan beberapa lulusan P2TIM sudah memberikan kontribusi di level nasional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini