Begini Cara agar Resesi Indonesia Tak Berlanjut

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 05 November 2020 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 320 2304624 begini-cara-agar-resesi-indonesia-tak-berlanjut-bQkfYOeAee.jpg Ekonomi Resesi (Shutterstock)

JAKARTA - Ekonomi Indonesia kuartal III-2020 minus 3,49% yang membuktikan masuk resesi. Namun, hal ini masih bisa diselamatkan agar tidak berkelanjutan.

Ekonom Indef Bhima Yudistira mengungkapkan, pemerintah diminta merombak total seluruh program PEN yang pencairannya macet dan konsepnya bermasalah. Sebagai contoh kartu pra kerja, subsidi bunga, dan penempatan dana pemerintah di perbankan.

 Baca juga: Terungkap! Ini Biang Kerok RI Masuk Jurang Resesi

Hal ini dilakukan agar resesi tidak berlanjut hingga akhir tahun 2020. Sebagai informasi Indonesia resmi resesi setelah ekonominya minus 3,49%.

"Anggaran kesehatan tahun 2021 sebaiknya dinaikkan bukan malah dikurangi hingga -71%. Indonesia perlu mempersiapkan diri hadapi gelombang kedua COVID-19 dan biaya besar untuk distribusi vaksin," kata Bhima saat dihubungi MNC News Portal, Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Menurutnya, anggaran perlindungan sosial perlu ditambah dan diperluas bagi kelas menengah rentan miskin. Anggaran yang ada saat ini masih relatif kecil karena secara total anggaran jaminan sosial berada dibawah 3% dari PDB.

 Baca juga: Indonesia Resesi, Penanggulangan Pandemi Covid-19 Harus Segera Diselesaikan

"Bentuk anggaran perlindungan sosial yang lebih efektif adalah cash transfer karena langsung dibelanjakan untuk konsumsi. Jangan mengulang kesalahan kartu pra kerja dengan mekanisme yang berbelit-belit, dan timpang secara akses digital," katanya.

Dia pun meminta empercepat program UMKM go digital karena jangan sampai yang menikmati bonanza digital adalah barang-barang impor, disaat porsi UMKM yang masuk platform digital baru 13%.

Serta eshuflle tim ekonomi mendesak untuk dilakukan segera, kontraksi ekonomi terjadi karena respon menteri yang kurang cepat, dan inkompeten. Reshuffle dibutuhkan sebagai penyegaran juga.

"Ganti dengan sosok profesional dan memiliki senses of crisis untuk percepat eksekusi stimulus PEN baik daam waktu 2 bulan terakhir maupun tahun 2021," tandasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini