Arahan Jokowi Terbukti Pulihkan Ekonomi Indonesia

Dita Angga R, Jurnalis · Kamis 05 November 2020 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 320 2304699 arahan-jokowi-terbukti-pulihkan-ekonomi-indonesia-Xd7xCVUSrN.jpg Presiden Jokowi (Setkab)

JAKARTA - Perekonomian Indonesia telah mengalami banyak perbaikan dan kemajuan dibandingkan dengan kuartal II-2020. Hal ini karena ada faktor belanja pemerintah, menopang pelemahan di sektor konsumsi maupun investasi.

Sebelumnya BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III terkontraksi minus 3,49%. Kontraksi ini mengecil dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi kuartal II yakni minus 5,32%.

 Baca juga: Indonesia Masuk Jurang Resesi, Pengusaha Ngapain?

“Arahan Presiden Jokowi yang terus-menerus terhadap para menteri untuk mengefektifkan anggaran terbukti mampu memulihkan perekonomian,” kata Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/11/2020).

Selain itu Arif juga mengatakan bahwa program penanganan covid dan pemulihan ekonomi (PEN) yang digulirkan pemerintah terbukti efektif.

 Baca juga: Begini Cara agar Resesi Indonesia Tak Berlanjut

“Terbukti dalam membalikan pelemahan ekonomi yang sempat dialami Indonesia sejak awal pandemi, Maret 2020,” tuturnya.

Selain itu belanja pemerintah di kuartal III ini juga mengalami pertumbuhan 9,76%. Dimana hal ini memberi kontribusi senilai 9,69% terhadap output perekonomian.

 Baca juga: Ekonomi RI Resesi, Menko Airlangga: Lebih Baik dari Malaysia dan India

“Pemerintah sendiri, hingga kuartal III 2020 telah membelanjakan APBN senilai Rp1.840,9 triliun atau 67,2% dari total belanja negara. Angka ini naik 15,4% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 lalu,” tuturnya.

Arif mengatakan pada kuartal IV sisa anggaran akan terus disalurkan untuk menstimulasi perekonomian.

“Kita optimis, pemulihan ekonomi akan berada di trek yang tepat dan Indonesia bisa. Apalagi, sektor-sektor tertentu kini telah mulai bergerak. Dan itu dapat tercermin dari indeks keyakinan konsumen dan indeks manufaktur yang kian membaik," pungkasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini