Renovasi Rumah, Perhatikan 10 Poin Penting Ini

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 07 November 2020 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 07 470 2305754 renovasi-rumah-perhatikan-10-poin-penting-ini-Bb175MIj3W.jpg Tips Renovasi Rumah. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pemilik rumah suatu saat dihadapkan dengan renovasi. Jika saat itu tiba, sebaiknya pertimbangkan secara matang agar hasilnya maksimal.

Pada saat prosesnya, pemilik rumah wajib memeriksa ulang hasil pekerjaan yang telah dilakukan. Perhatikan dengan saksama supaya hasilnya memuaskan setelah renovasi.

Melansir dari buku 101 Ide Lengkap Merenovasi Rumah karya Imelda Akmal Architecture, Jakarta, Sabtu (7/11/2020), berikut beberapa tips renovasi yang bisa diikuti.

1. Perlukah Merenovasi

Terkadang kita merasa jemu di rumah atau merasa membutuhkan ruangan lebih luas. Kita lalu berpikir untuk merenovasi. Tunggu. Tanyakan kembali, apakah memang perlu merenovasi?

Mungkin kita tidak benar-benar membutuhkan renovasi. Mungkin kita hanya perlu menata ulang perabot atau mengganti suasana rumah. Apabila kondisi rumah masih bagus, buat apa mengeluarkan uang untuk mengubahnya?

Baca Juga: 6 Cara Dekorasi Rumah agar Semakin Nyaman Selama WFH

Gantilah sarung bantal sofa atau tanggalkan lukisan di dinding dan keluarkan koleksi artwork.

2. Rencanakan Secara Matang

Jika kondisi rumah memang memerlukan perbaikan, buatlah rencana renovasi yang matang agar tidak mengulang pekerjaan renovasi. Apakah mau menambah satu ruangan, menambah lantai, atau bahkan hanya perlu mengecat ulang dinding.

Hal-hal kecil seperti letak dan ketinggian stop kontak listrik juga perlu. Perhatikan sebelum membongkar dinding. Lebih baik mengulang perencanaan daripada mengulang renovasi, bukan?

3. Prioritaskan yang Utama

Jikaingin merenovasi beberapa bagian rumah namun dana yang tersedia terbatas, tentukan prioritas. Utamakan bagian-bagian yang mendesak dan perlu segera diperbaiki seperti memperbaiki atap yang bocor, mengganti kayu berayap, atau memperbaiki saluran air.

Baca Juga: Manfaatkan Teras Rumah Bikin Dompet Tebal dengan Aglonema, Belajar dari Yani

4. Perhatikan Waktu Renovasi

Ketika akan memulai proses renovasi, perhatikan cuaca atau musim yang sedang berlangsung. Sebaiknya hindari proses renovasi pada musim hujan karena akan menyulitkan pekerjaan tukang. Contohnya, pada musim hujan proses pengeringan cat dan plesteran akan memakan waktu yang lebih lama.

5. Buat Rencana Anggaran Biaya (RAB)

Saat merenovasi, biasanya kita lebih sering menuruti keinginan hati. Akibatnya, biaya renovasi pun membengkak. Untuk menghindari hal tersebut, buatlah anggaran dan tetapkan hati untuk mengikuti anggaran tersebut. Jangan terkecoh dengan penawaran produk yang sebetulnya tidak terlalu butuhkan

6. Pilihlah Tenaga Ahli yang Andal

Tanyakan kepada teman, kerabat, atau tetangga, ketika mencari tukang untuk mengerjakan renovasi. Apakah mereka mempunyai tukang yang bisa direferensikan? Sebaiknya pakai tukang yang sudah berpengalaman dan mempunyai riwayat kerja yang baik.

Langkah ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, seperti tukang meninggalkan pekerjaan tanpa diselesaikan terlebih dahulu.

7. Pakailah Material Berkualitas

Apabila tergiur untuk mengurangi biaya renovasi dengan memakai barang berkualitas rendah, sebaiknya lupakan. Ingatlah pepatah "ada harga ada rupa". Barang-barang dengan kualitas rendah biasanya tidak bertahan lama.

Tidak ingin sering-sering mengganti handle pintu gara-gara memakai barang murahan, bukan? Namun, ada item tertentu yang bisa pilih.

Selain mengubah penampilan kamar mandi, perhatikan pula aspek ventilasi udara dan sinar matahari untuk mendapatkan kamar mandi yang sehat dan nyaman. Bahkan jika rajin berburu, bisa mendapatkan material bekas berkualitas namun dengan harga miring.

8. Utamakan Ventilasi Udara dan Pencahayaan Alami

Jika akan memperluas ruang atau meningkatkan lantai, hal yang perlu diperhatikan adalah ventilasi dan pencahayaan. Keduanya merupakan syarat utama rumah sehat. Percuma saja memperoleh ruangan yang luas tapi gelap dan lembap.

Jangan memaksa menutup void demi menambah lantai di atasnya. Ruangan di bawahnya akan kehilangan terang matahari, udara pun tidak mengalir dengan baik.

9. Pertahankan Outlet Air

Ketika akan merenovasi area dapur atau kamar mandi, atau apapun yang berhubungan dengan sumber air, sebaiknya tidak mengubah layout yang berhubungan dengan pipa saluran air. Hindari menggeser bak cuci piring atau kloset karena pekerjaan pembongkaran saluran air akan membengkakkkan biaya renovasi.

10. Cek Ulang Sekali Lagi

Setelah proses renovasi rumah selesai, cek ulang hasil pekerjaan yang telah dilakukan. Perhatikan dengan saksama apakah sambungan keramik sudah benar, apakah atap sudah bebas bocor? Untuk atap, jika perlu siram dengan selang air selama beberapa waktu.

Uji kekuatan kabinet baru di dapur Anda. Minta tukang menyelesaikan segala sesuatunya sebelum meninggalkan tempat. Jangan sampai Anda harus memanggil ulang tukang untuk merenovasi kembali hasil renovasi lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini