Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemulihan Ekonomi RI Kuartal III Dinilai Lebih Lambat, Kok Bisa?

Aditya Pratama , Jurnalis-Minggu, 08 November 2020 |15:49 WIB
Pemulihan Ekonomi RI Kuartal III Dinilai Lebih Lambat, Kok Bisa?
Ekonomi RI (Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Perekonomian Indonesia resmi masuk jurang resesi pada kuartal III-2020 dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia masih negatif sebesar -3,49%. Angka ini turun dibandingkan pada kuartal II-2020 yang juga minus sebesar 5,32%.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad mengatakan, meskipun angkanya berkurang, tetapi catatan ini masih cukup kecil. Hal ini jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang merupakan mitra dagang Indonesia.

 Baca juga: Resesi Akibat Covid Tak Akan Berujung Krisis

Tauhid menyampaikan, China berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonominya dari kuartal II-2020 sebesar 3,2% dan kuartal III-2020 menjadi 4,9%. Amerika Serikat meskipun masih negatif tetapi mengalami perbaikan sekitar 67,8%, Singapura 47,4%, Korea Selatan 51,9%, Vietnam 550%, Hong Kong 62,2%, Uni Eropa 71,9%.

"Jadi, kalau kemarin BPS menyampaikan ada satu yang kurang bahwa perbaikan ekonomi kita jauh lebih lambat dibandingkan negara-negara mitra dagang kita, meskipun pada negara-negara yang sama-sama kondisinya masih negatif maupun negara-negara yang sudah duluan positif seperti China dan Vietnam," ujar Tauhid dalam video conference, Minggu (8/11/2020).

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement