Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Indonesia Resesi, Sri Mulyani Waspadai Potensi Pandemi Covid-19 Gelombang Kedua

Giri Hartomo , Jurnalis-Selasa, 10 November 2020 |13:59 WIB
Indonesia Resesi, Sri Mulyani Waspadai Potensi Pandemi Covid-19 Gelombang Kedua
Sri Mulyani Waspadai Potensi Gelombang Kedua Covid-19. (Foto: Okezone.com/Instagram Sri Mulyani)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani optimistis pada kuartal III-2020 ekonomi Indonesia akan membaik. Namun, juga harus tetap disikapi secara hati-hati mengingat potensi adanya gelombang kedua kasus covid-19 masih mengintai negara-negara di dunia termasuk Indonesia.

Kehati-hatian tersebut bukannya tanpa alasan. Mengingat beberapa negara terjadi gelombang kedua alias second wave pada kasus Covid-19 di negaranya masing-masing yang membuat kebijakan lockdown terpaksa harus diterapkan lagi.

Baca Juga: Pemulihan On The Track, Ekonomi Kuartal IV Diprediksi Tumbuh 0,6%

Infografis

Hal ini akan membuat ekonomi akan mengalami tekanan lagi. Belum lagi, psikis masyarakat juga sudah mulai lelah dengan pandemi serta dampaknya yang cukup panjang

“Tetap hati-hari karena sebab di beberapa belahan dunia terjadi second wave Covid dan timbulkan kompleksitas dari sisi policy masyarakat sudah cukup panjang dan lelah dan ekonomi alami tekanan,” jelasnya. 

Baca Juga: Resesi, Chatib Basri Ramal Ekonomi Indonesia Baru Pulih 2022

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, jika gelombang kedua datang, saya tahan untuk bisa menangani pandemi juga akan sangat berbeda.

“Saat mereka harus hadapi second wave maka kemampuan endurance untuk bisa tangani meningakatnya Covid juga akan sangat-sangat berbeda pada saat terjadi firts wave ini harus diwaspadai terutama yang terjadi di berbagai belahan negara maju Eropa dan AS,” jelasnya dalam acara diskusi bertajuk Kondisi Sektor Keuangan Terkini Serta Meneropong Ekonomi 2021, Selasa (10/11/2020).

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement