4 Fakta di Balik BLT Diperpanjang hingga 2021

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 10 November 2020 19:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 10 320 2307518 4-fakta-di-balik-blt-diperpanjang-hingga-2021-c30HwO44nJ.jpg Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kabar gembira datang dari pemerintah setelah memastikan bahwa program Kartu Prakerja dan Bantuan Lansung Tunai (BLT) dilanjutkan ke tahun 2021. Hal itu dilakukan demi menyelamatkan perekonomian Tanah Air yang sudah terperosok ke jurang resesi.

Terkait hal itu Okezone sudah merangkum beberapa fakta, Selasa (10/11/2020).

Baca Juga: BLT Bocor ke Pekerja Bergaji di Atas Rp5 Juta, Menaker: Kita Selidiki

1. KUR Dilanjutkan hingga 2021

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemberian insentif seperti bantuan berupa subsidi gaji hingga Kredit Usaha Rakayt (KUR) tetap dilanjutkan pada 2021.

"Terkait pemulihan ekonomi dan prpgram KUR ataupun subsidi lainnya kita lanjutkan di kuartal pertama di 2021 baik subisi KUR dan gaji," ujar Airlangga Hartato dalam video virtual, Senin (9/11/2020).

 

2. Alasan Perpanjangan Kartu Prakerja dan BLT Gaji

Kemudian untuk program Kartu Prakerja dan BLT gaji juga dilanjutkan. Hal ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Terkait stimulus kita sudah persiapkan jumlah stimulus ini tema yang sama prioritas kesehatan UMKM dan korporasi dan kementerian serta lembaga dan kita harapkan bisa menjaga daya beli dan beberapa program itu baik Kartu Prakerja kita akan memberikan napas masyarakat menjaga daya beli masyarakat," bebernya.

3. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Akan Kembali 5% di 2021

Airlngga pun optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali moncer. Hal ini berdasarkan prediksi lembaga keuangan dunia seperi ADB dan World Bank.

"Baik penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi kita melakukan gas rem yang seimbang dan ke depan di 2021 itu pertumbuhan ekonomi kita mencapai 5% seperti prediksi lembaga keuangan," katanya.

4. Jumlah Penerima BLT Termin II Berkurang

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, jumlah penerima BSU tahap II yang sebelumnya tercatat sebanyak 12,4 juta orang mungkin berkurang. Kendati demikian, pencairan BSU bagi penerima yang sudah memenuhi syarat tidak akan terhalangi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini