Joe Biden Menang Pilpres AS, Bos McD Tagih Paket Stimulus Tambahan

Djairan, Jurnalis · Kamis 12 November 2020 11:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 12 320 2308380 joe-biden-menang-pilpres-as-bos-mcd-tagih-paket-stimulus-tambahan-XGkHYVcl9x.jpg McDonalds (Reuters)

JAKARTA - CEO McDonalds Chris Kempczinski mengatakan, pemerintah Amerika Serikat perlu sesegera mungkin mengesahkan Rancangan Undang-undang Stimulus lagi pada pekan ini. Bahkan ucapan Kempczinski untuk paket stimulus mendapatkan dukungan dari CEO Walmart Doug McMillon, yang telah mendesak Kongres untuk menyetujui bantuan lebih lanjut.

Goldman Sachs memperkirakan bahwa pemerintah siap untuk memberikan stimulus fiskal USD1 triliun lagi atau setara Rp14.185 triliun (mengacu kurs Rp14.074 per USD). Pemberian stimulus tersebut dilakukan baik sebelum atau segera setelah pelantikan Biden pada bulan Januari.

 Baca juga: McDonald's Gugat Mantan CEO Puluhan Juta Dolar AS karena Bohong, Begini Ceritanya

"Kami membutuhkan tindakan stimulus, saya pikir itu sangat jelas," kata CEO McDonald's Chris Kempczinski mengutip dari Business Insider, Kamis (12/11/2020).

Kempczinski meminta Presiden terpilih Joe Biden dan Wakil presiden terpilih Kamala Harris untuk mengatasi pandemi virus korona dan perubahan iklim.

 Baca juga: Pizza Hut Terancam Bangkrut, Kini McDonald's Tutup 200 Toko

"Ini adalah pemilihan yang bersejarah. Dan saya sangat senang melihat jumlah pemilih yang kami miliki di negara ini," kata Kempczinski.

Seperti diketahui, kongres di Washington DC pada Oktober berakhir tanpa menyetujui insentif tambahan. Padahal, insentif dapat mencakup peningkatana tunjangan untuk penganghuran hingga dukungan pada bisnis kecil.

Lebih banyak stimulus fiskal adalah kabar baik bagi perusahaan di seluruh AS. McDonald's dan Walmart termasuk di antara daftar panjang perusahaan yang mengatakan putaran pertama pemeriksaan stimulus meningkatkan penjualan awal tahun ini.

Adobe Analytics memperkirakan pada bulan Oktober bahwa putaran pemeriksaan stimulus lainnya, ditambah dengan penutupan toko jika kasus Covid-19 meningkat, dapat menghasilkan penjualan belanja liburan online melebihi 200 miliar dolar Australia. Sementara itu, tanpa paket stimulus lain, 23% orang berencana untuk mengurangi pengeluaran liburan mereka, menurut survei Jungle Scout terhadap lebih dari 1.000 konsumen di AS.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini