5 Fakta soal Pasutri Penemu Vaksin Pfizer yang Mendadak Jadi Miliarder

Fakhri Rezy, Jurnalis · Sabtu 14 November 2020 08:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 320 2309109 5-fakta-soal-pasutri-penemu-vaksin-pfizer-yang-mendadak-jadi-miliarder-Td16lqHqKK.jpg Vaksin (Shutterstock)

JAKARTA - Pfizer akan membuat sejarah dengan jika hasil vaksin virus corona yang sedang uji coba tahap akhir berhasil. Bersama mitranya asal Jerman, BioNTech, uji coba vaksin menunjukkan lebih dari 90% bisa menangani virus corona.

Ini adalah vaksin tercepat yang pernah dikembangkan, dan kemanjurannya jauh lebih tinggi daripada yang diharapkan oleh 70% atau 80% ahli virologi. Ini merupakan kabar baik karena pertanda kalau pandemi Covid-19 akan berakhir.

 Baca juga:  4 Fakta Vaksin Pfizer yang Bikin Indonesia Kepincut

Penemuan itu berkat kerja keras penelitian dari pasangan suami istri asal Jerman. Oleh sebab itu, Jakarta, Sabtu (14/11/2020), berikut fakta-fakta mengenai Penemu vaksin Pfizer yang mendadak jadi miliarder:

1. Ditemukan Sepasang Suami Istri

penemuan Vaksin Pfizer berkat kerja keras penelitian dari pasangan suami istri asal Jerman. Keduanya adalah CEO BioNTech, Dr. Ugur Sahin dan Chief Medical Officer of BioNTech Dr. Özlem Türeci.

 Baca juga: Senangnya Bos OJK Ada Vaksin Covid-19 Pfizer

2. Pasutri Penemu Vaksin Pfizer Mendadak Jadi Miliarder

Pasutri itu mendadak menjadi miliarder setelah saham BioNTech mengalamai lonjakan di bursa saham setelah vaksin Covid-19 Pfizer terbukti manjur. Kini, kekayaan mereka tercatat mencapai USD4 miliar atau Rp56,5 triliun (kurs Rp14.138 per USD).

3. Penemu Vaksin Pfizer adalah Warga Negara Jerman Keturunan Turki

Mereka adalah warga negara Jerman, keturunan Turki. Sahin berimigrasi ke Jerman dari Turki ketika berusia 4 tahun dan Türeci lahir di Jerman. Sahin berasal dari Iskenderun, sebuah kota dekat perbatasan Suriah. Sementara ayah Türeci berasal dari Istanbul.

4. Vaksin Pfizer Efektif 90% Lawan Covid-19

Pfizer Inc mengatakan vaksin yang dikembangkan bersama mitranya, BioNTech SE secara efektif atau 90% bisa melawan Covid-19.

Temuan ini dianggap lebih progres ketimbang pengembangan vaksin lain di seluruh dunia, termasuk yang sedang digelar di Indonesia.Meski begitu, uji klinis Pfizer dan BioNTech masih harus dikaji oleh kelompok pakar independen dan disetujui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

5. Kisah Pasutri Penemu Vaksin Pfizer

Pasangan ini menempuh jalur pendidikan kedokteran yang berbeda. Sahin, anak seorang pekerja pabrik mobil, mengenal ilmu medis dari buku sains. Sementara, Türeci memang tumbuh dari keluarga yang memang berkecimpung di dunia kesehatan, yang mana ayahnya merupakan seorang dokter bedah.

Mulai 2000, Sahin dan Türeci bersama-sama memimpin kelompok penelitian di Universitas Mainz. Kemudian, pada 2001, mereka mendirikan Ganymed Pharmaceuticals, yang berfokus pada peran antibodi dalam mengobati kanker. Ganymed dilirik oleh pasangan kembar identik yang merupakan miliarder, yaitu Thomas dan Andreas Strüngmann untuk diberikan sokongan dana.

Pada 2002, mereka memutuskan untuk membangun mahligai rumah tangga. Namun, keduanya tak melangsungkan bulan madu karena harus kembali bekerja di laboratorium setelah melangsungkan upacara pernikahan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini