RUU Larangan Minuman Beralkohol, Bea Cukai Antisipasi Banyaknya Miras Ilegal

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 13 November 2020 19:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 320 2309232 ruu-larangan-minuman-beralkohol-bea-cukai-antisipasi-banyaknya-miras-ilegal-oJqMTx2Vrl.jpg Bea Cukai Waspadai Minuman Alkohol Ilegal. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan meminta agar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengkaji ulang Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Larangan Minuman Beralkohol. Otoritas Kepabeanan dan Cukai Nasional pun siap mengamankan beleid ini jika nanti harus disahkan menjadi UU.

Hal ini dikarenakan RUU ini belum final dan masih membingungkan pada perusahaan minuman alkohol. Namun, jika RUU disahkan tanpa aturan yang jelas maka peredaran minuman keras bakal banyak ilegal.

Baca Juga: Minuman Alkohol Bakal Dilarang, Netizen: Ngobatin Luka Hati Pakai Apa?

"Kalau penyelundupan itu pasti ada dan ilegal itu pasti bakal banyak karena ilegal minuman alkohol cukup deras dan kita banyak menemukannya di Selat Malaka adanya minuman alkohol ilegal yang impor," kata Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga DJBC, Syarif Hidayat, di Jakarta, Jumat (13/11/2020).

Kata dia, pihaknya akan tetap menjalankan pengawasan sesuai aturan yang sudah ada.

Baca Juga: Minuman Alkohol Bakal Dilarang, Netizen: Ngobatin Luka Hati Pakai Apa?

"Kalau pengawasan sekarang tetap seperti biasa, ada operasi pengawasan di laut, patroli darat dan juga pengawasan di pabrik pabrik yang ada. Ada mekanisme pengawasan yang sudah baku," jelasnya.

Dia pun menambahkan untuk saat ini RUU ini tidak berlaku pada perusahaan tertentu. Sebab, hotel bintang lima dan restoran masih boleh menyediakan minuman alkohol.

"Kalau kita lihat hotel dan restoran boleh yang enggak boleh mungkin orang yang minum sembarangan di jalan," tandasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini