Premium Dihapus, Angkutan Umum Makin Kesulitan

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 19 November 2020 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 320 2312222 premium-dihapus-angkutan-umum-makin-kesulitan-UMEOkwsAnb.jpg Premium (Shutterstock)

JAKARTA - Organisasi Angkutan Darat (Organda) menyatakan bahwa dihapusnya bahan bakar premium tentunya akan berdampak ke industri angkutan umum. Nantinya, bakal berdampak juga ke masyarakat pengguna angkutan umum.

Sekretaris Jenderal Organda Ateng Aryono mengatakan, industri angkutan umum akan bertambah beban operasionalnya. Dengan dihapusnya premium, otomatis akan ada kenaikan tarif angkutan umum yang dirasakan masyarakat.

 Baca juga: BBM Premium Hilang, Organda Minta Harga Pertalite Turun

"Wajar jika nanti ada kenaikan tarif, tapi secara umum, industri angkutan umum juga akan terkoreksi, terlebih setelah sebelumnya sudah sulit akibat kondisi pandemi Covid-19," ujar Ateng dalam IDX Channel Market Review Live di Jakarta, Kamis(19/11/2020).

Ateng mengatakan, situasi pandemi saat ini menjadikan okupansi angkutan umum rendah. Hal ini terjadi secara menyeluruh di Indonesia.

 Baca juga; Harga Pertalite Rasa Premium Rp6.450 per Liter Ada di 85 Kota

"Angkutan perkotaan kisaran okupansinya hanya 30-40%. Nanti mereka dibebani lagi dengan dihapusnya premium yang mengharuskan mereka membeli pertalite," tambahnya.

Hal ini juga dinilai akan berdampak terhadap masyarakat yang juga disulitkan oleh pandemi. Dengan posisi sekarang, beban masyarakat untuk kebutuhan hidupnya sendiri sedang kesulitan.

Situasi ini nantinya menjadi beban luar biasa bagi masyarakat dan juga pada industri. Industri angkutan umum akan terkoreksi luar biasa.

"Demand sekarang sudah rendah, kasihan captive market kami yang harus selalu menggunakan angkutan dan operator kami yang merasakan bila kenaikan harga bahan bakar (BBM) dan tarif angkutan cukup ekstrim," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini