Erick Thohir Ingin Caplok Perusahaan Garam Asing

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 19 November 2020 17:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 320 2312556 erick-thohir-ingin-caplok-perusahaan-garam-asing-Q9xAnLYFgx.jpg Erick Thohir Ingin Caplok Perusahaan Garam dari Luar Negeri. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berniat mengambil alih perusahaan tambang garam di luar negeri. Hal itu karena industri garam Indonesia belum mampu melakukan swasembada garam.

“Kami kembali sebagai korporasi kalau dilihat ada valuable yang menarik untuk perusahaan tambang garam di luar negeri, ya bisa aja kami caplok karena yang namanya garam industri terus impor,” ujar Eric, Jakarta, Kamis (19/11/2020).

Baca Juga: Peluang Besar, Produksi Garam NTT Bisa Kurangi Impor

Dia mengutarakan, kebutuhan konsumsi garam di Tanah Air sudah terpenuhi. Namun, hal itu berbeda dengan garam industri, di mana dia menilai belum ada swasembada.

"Kemarin salah satunya yang dipaparkan ke bapak Presiden bagaimana kita secara garam konsumsi sudah swasembada, tetapi untuk garam industri belum,” katanya.

Karena itu, Erick ingin mengkonsolidasikan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI. Kedua perseroan plat merah tersebut diminta fokus pada perdagangan dan distribusi, di mana untuk storage dan distribusi nantinya akan difokuskan di BGR Logistics, sedangkan perdagangan atau trading oleh PPI.

Baca Juga: Bisa Produksi Sendiri, Kenapa Masih Impor Garam?

Sementara persoalan industri garam, Kementerian BUMN juga akan menyerahkan kepada PT Garam (Persero). Perseroan ini juga masuk dalam anggota holding BUMN pangan.

Di holding pangan ini, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI menjadi induk holding. Adapun RNI akan membawakan beberapa BUMN seperti PT Berdikari (Persero), PT Perikanan Nusantara (Persero) (Perinus), Perum Perikanan Indonesia (Perindo), dan PT Pertani (Persero). Selanjutnya PT Sang Hyang Seri (Persero), PT Garam (Persero), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), dan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero).

Ada sejumlah kegiatan usaha yang sudah dipetakan Erick Thohir. Misalnya, produksi beras, jagung, cabai merah, dan bawang merah ada di Sang Hyang Seri dan Pertani, produksi ayam dan sapi di PT Berdikari, produksi ikan di Perindo dan Perinus. Lalu, produksi gula di RNI, dan produksi Garam di PT Garam.

Untuk penjualan atau retail sales nantinya akan bekerja sama dengan peritel dan startup pangan yang sudah ada, antara lain Grab, Sayurbox, TaniHub, dan sebagainya.

Erick juga tengah mempelajari keberadaan Perum Perum Perindo dan Perinus dalam posisinya di holding BUMN pangan. Kajian itu diarahkan untuk dilakukan penyatuan. Erick Thohir mengatakan, baik Perum Perindo dan Perinus memiliki lini bisnis yang sama yakni perikanan. Karena itu, langkah peleburan kedua perseroan kemungkinan akan dilakukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini