Melihat Dari Dekat Dukuh Pembuatan Ciu, Miras Lokal yang Melegenda Sejak Era Kolonial

Bramantyo, Jurnalis · Minggu 22 November 2020 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 22 320 2314005 melihat-dari-dekat-dukuh-pembuatan-ciu-miras-lokal-yang-melegenda-sejak-era-kolonial-NryYl2stRW.jpg RUU Larangan Minuman Beralkohol. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

Meskipun ada pekerjaan sambilan yang dilakukan warga yaitu membuat Ciu. Warga kerap menyuling sisa-sisa cairan etanol yang dicampur dengan tetesan tebu.Hasil penyulingan sisa etanol inilah yang biasanya gemar diminum banyak orang sampai mabuk.

Sambil meihat produksi etanol, Rimin mengatakan kalau RUU Minol disahkan menjadi Minol, terlihat kalau pemerintah tak memiliki hati nurani sama sekali terhadap rakyatnya.

Sebab, mayoritas warga didusun Sentul ini menggantungkan ekonominya dipembuatan etanol.

"Saya minta pemerintah peduli dengan kami. Jangan sampai UU ini disahkan sepihak. Kami juga berhak hidup layak sebagai Warga Negara Indonesia. Kalau RUU Minol itu disahkan, sama saja, kami tak boleh hidup,"papar Rimin.

"Kalau sampai disahkan (RUU Minol), kami mau usaha apa. Itu sama saja Pemerintah tak punya hati nurani,"ujar Rimin.

Menurut Rimin, tak semua warga didukuh Sentul ini memproduksi minuman Ciu seperti banyak anggapan orang luar.

Meskipun selama ini karena biaya produksi pembuatan alkohol cukup mahal, ada yang menyalahgunakan dengan membuat ciu dengan kadar alkohol sekira 25% - 30% yang merupakan produk setengah jadi sebelum diolah menjadi alkohol murni dengan kadar 70% -90%.

"Hanya kelasnya beda-beda, ada kelas A,B, dan C. Jadi kami tidak memproduksi mihol itu,"paparnya.

Diakui, memproduksi ciu lebih cepat dan mendapatkan keuntungan besar karena ada pembelinya. Sementara untuk memproduksi etanol butuh waktu lama.

"Soal RUU larangan mihol, saya juga belum mendapat sosialisasi. Semoga tidak disahkan dan hanya jadi wacana,"terangnya.

Sebaliknya, Rimin meminta agar dusun Sentul dijadikan salah satu destinasi wisata Dengan dijadikan salah satu destinasi wisata, konotasi negatif terhadap dukuh Sentul bisa hilang.

"Bisa lihat langsung proses pembuatannya. Mulai dari tetes tebu hingga menjadi alkohol untuk medis,"pungkasnya. 

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini