Libur Akhir Tahun Dikurangi, Apa Dampaknya ke Ekonomi RI?

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 23 November 2020 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 320 2314438 libur-akhir-tahun-dikurangi-apa-dampaknya-ke-ekonomi-ri-ptZxq7WGkX.png Presiden Jokowi Kurangi Libur Akhir Tahun. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Ekonom Indef Bhima Yudistira menilai pengurangan jumlah libur di akhir tahun tidak akan berdampak pada ekonomi Indonesia. Pasalnya, konsumsi masyarakat menengah ke atas diprediksi masih ditahan.

"Masih kecil pengaruhnya karena masyarakat kelas menengah ke atas masih membatasi diri untuk berlibur. Kekhawatiran Covid-19 masih cukup tinggi," kata Bhima, di Jakarta, Senin (23/11/2020).

Baca Juga: Jelang Libur Akhir Tahun, Maskapai Mau Buka Rute Baru?

Kata dia, biasanya long weekend orang kaya pergi ke luar kota, bahkan luar negeri. Tapi tahun ini perjalanan belum normal, apalagi perjalanan keluar negeri masih dibatasi.

"Spending untuk tiket, hotel dan restoran masih rendah," katanya.

Baca Juga: Persiapan Libur Natal dan Tahun Baru, Uji Kelaikan Kapal Dimulai

Sebagai informasi, pemerintah memutuskan untuk memangkas libur akhir tahun 2020. Hal ini diputuskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada rapat terbatas pagi ini. Adapun, kelas atas masih akan membatasi diri untuk berlibur.

“Kemudian yang berkaitan dengan masalah libur cuti bersama akhir tahun termasuk libur pengganti cuti bersama hari raya Idul Fitri, bapak Presiden memberikan arahan supaya ada pengurangan,” kata Menko PMK Muhadjir Effendy seusai rapat terbatas.

Dia mengatakan Presiden meminta agar hal ini segera dikoordinasikan dengan kementerian/lembaga terkait.

“Beliau memerintahkan supaya segera ada rapat koordinasi yang dilakukan oleh kemenko PMK dengan kementerian dan lembaga terkait terutama yang berkaitan dengan masalah libur akhir tahun dan pengganti libur cuti bersama Idul Fitri,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini