Pada perdagangan sebelumnya atau Selasa, harga emas terus merosot. Harga emas mencatat kerugian besar untuk hari kedua beruntun, saat kemajuan vaksin covid-19 dan harapan yang didorong oleh transisi Gedung Putih mendorong investor untuk berbondong-bondong beralih ke aset-aset berisiko.
Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Exchange, anjlok USD33,2 atau 1,81% menjadi ditutup pada USD1.804,60 per ounce. Sehari sebelumnya, emas berjangka terperosok USD34,6 atau 1,85% menjadi USD1.837,80.
"Lebih optimisme dalam hal ekonomi, berdasarkan vaksin telah mengambil beberapa status safe haven menjauh dari pasar emas," kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.