Wapres Sujud Syukur Indonesia Naik ke Peringkat 4 Global Islamic Indicator

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 17:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 320 2316829 wapres-sujud-syukur-indonesia-naik-ke-peringkat-4-global-islamic-indicator-hYtHsxfNG3.jpg Wapres (Foto: Setwapres)

JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyambut baik dengan torehan Indonesia bisa menduduki peringkat ke-4 pada Global Islamic Indicator Indonesia. Meskipun di tengah pandemi Covid-19, Indonesia mampu naik kelas dari tahun sebelumnya di peringkat 5.

"Menurut State of the Global Islamic Economy Report 2020/2021, Saya bersyukur, karena di tengah-tengah pandemi Covid-19 ini, peringkat Global Islamic Indicator Indonesia berhasil menduduki peringkat ke-4. Padahal pada tahun 2018 Indonesia masih berada pada peringkat 10," ujar Ma'ruf dalam acara Indonesia Islamic Festival (IIFEST) Webinar Series 2020, Kamis (26/11/2020).

Baca Juga: Peringkat Global Islamic Indicator Naik, Mimpi RI Jadi Produsen Halal Dunia Semakin Dekat 

Mantan ketua umum MUI ini menambahkan, pemeringkatan di atas didasarkan pada penilaian atas sektor-sektor industri Keuangan, Makanan, Pariwisata, Fashion, Media dan Rekreasi, serta Farmasi dan Kosmetik.

"Untuk masing-masing sektor tersebut, Indonesia masuk dalam kategori 10 besar," kata dia.

 

Selain itu, Ma'ruf menyampaikan bahwa State of the Global Islamic Economy Report tahun 2020/2021 juga memberikan apresiasi terhadap kebijakan Indonesia dalam menumbuhkan ekosistem yang dibutuhkan untuk memberikan peluang bagi tumbuhnya ekonomi Islam.

Dalam kaitan ini berbagai insentif yang diberikan oleh pemerintah untuk mempermudah dunia industri dan investasi di Indonesia di bidang infrastruktur, produk dan jasa halal dinilai memberikan kontribusi yang signifikan dalam perbaikan ekosistem tersebut.

"Dengan terbangunnya ekosistem yang kondusif, maka akan semakin banyak masyarakat ikut berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi dan keuangan syariah. Dan dengan semakin banyaknya masyarakat terlibat dalam kegiatan ekonomi, upaya pemulihan akan semakin cepat," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini