Kekuatan Ekonomi Syariah Bisa Pulihkan Dampak Covid-19

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 18:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 320 2316837 kekuatan-ekonomi-syariah-bisa-pulihkan-dampak-covid-19-02xLLCELY5.jpg Syariah (Shutterstock)

JAKARTA - Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman menyebut bahwa ekonomi dan keuangan syariah sangat berpotensi mendukung pemulihan aktivitas ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19. Adapun target pemerintah saat ini ingin memperbaiki perekonomian nasional menuju zona positif terutama jangka pendek di kuartal IV-2020.

"Ekonomi dan keuangan syariah sangat berpotensi mendukung upaya ini. Berdasarkan masterplan ekonomi dan keuangan syariah yang telah disusun, terdapat empat strategi utama yaitu penguatan halal value chain, penguatan keuangan syariah, penguatan UMKM dan penguatan kegiatan ekonomi digital," ujar Luky dalam acara Indonesia Islamic Festival (IIFEST) Webinar Series 2020, Kamis (26/11/2020).

 Baca juga: Wapres Sujud Syukur Indonesia Naik ke Peringkat 4 Global Islamic Indicator

Luky menambahkan, hal ini dapat diselaraskan dengan upaya pemerintah dalam masa pandemi ini dalam rangka menangani kesehatan akibat Covid-19, yaitu dengan menjaga daya beli masyarakat serta memastikan aktivitas dunia usaha bisa bangkit kembali.

"Para pelaku dan stakeholder keuangan ekonomi syariah mulai dari praktisi, akademisi, wirausaha hingga institusi keuangan syariah tentunya dapat secara aktif berpartisipasi dan mengambil peran signifikan," katanya.

 Baca juga: Wapres Sebut Ekonomi dan Keuangan Syariah Bisa Berantas Kemiskinan

Di sisi lain, dia menyebut bahwa Islamic Social Finance juga dapat menjadi alternatif yang dapat diandalkan untuk mendukung dan melengkapi kebijakan dan program pemerintah di bidang pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan sosial.

"Dengan potensi yang sangat besar, zakat dan wakaf tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk mengentaskan kemiskinan saja namun dapat dikelola untuk mendukung kegiatan sektor riil seperti industri halal sehingga pada akhirnya berkontribusi signifikan dalam perekonomian Indonesia," ucapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini